AS Bakal Keok! Elon Musk Prediksi China Kuasai AI Dunia Lewat Kekuatan Listrik di 2026
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, memberikan peringatan keras terkait peta persaingan kecerdasan buatan (AI) global. Dalam podcast Moonshots with Peter Diamandis yang dikutip pada Rabu (7/1/2026),
Musk memprediksi bahwa China akan memiliki kekuatan terbesar dan cadangan chip yang melebihi negara lain. Berdasarkan tren saat ini, China dinilai akan melampaui negara-negara lain di dunia dalam hal komputasi AI.
“Berdasarkan tren saat ini, China akan melampaui negara-negara lain di dunia dalam komputasi AI,” kata Elon Musk dalam podcast tersebut, dikutip dari Business Insider, Rabu (7/1/2026).
Musk menjelaskan bahwa keunggulan mutlak China terletak pada kemampuannya meningkatkan skala pembangkit listrik secara masif. Ia memproyeksikan output listrik China akan mencapai tiga kali lipat dari Amerika Serikat pada tahun 2026.
Hal ini menjadi amunisi krusial bagi China untuk membangun pusat data (data center) AI yang membutuhkan daya listrik sangat besar.
“Orang-orang meremehkan kesulitan dalam menghadirkan listrik secara online,” katanya.
Baca Juga: NATO Terguncang! Trump Siapkan Pasukan Demi Akuisisi Greenland, Denmark: Tidak Dijual! – Economix
Menurut Musk, kapasitas listrik merupakan faktor pembatas utama dalam pengembangan sistem AI, sementara banyak pihak masih meremehkan kesulitan dalam menghadirkan pasokan listrik secara daring.
Mengenai kebijakan AS yang membatasi akses China terhadap chip tercanggih, Musk menilai dampaknya akan semakin mengecil di masa depan.
Meskipun saat ini AS masih melarang ekspor chip Blackwell (produk tercanggih Nvidia) dan hanya membuka akses untuk chip H200, Musk meyakini China akan menemukan solusi atas hambatan tersebut.
Penurunan keuntungan pada teknologi chip mutakhir diprediksi akan memudahkan China mengejar ketertinggalan, bahkan tanpa akses ke desain yang paling canggih sekalipun.
Pandangan Musk ini sejalan dengan laporan Goldman Sachs pada November lalu yang menyebutkan bahwa pasokan energi dan infrastruktur data kini menjadi kendala utama dalam skala AI, melampaui persoalan chip atau algoritma.
Analis Goldman Sachs memperingatkan bahwa kekurangan listrik dapat memperlambat kemajuan AS, sementara China terus memperluas kapasitas energinya.
Pada tahun 2030, China diperkirakan memiliki sekitar 400 gigawatt kapasitas daya Cadangan lebih dari tiga kali lipat total kebutuhan listrik pusat data di seluruh dunia yang cukup untuk mendukung pertumbuhan AI sekaligus industri lainnya.
Selain infrastruktur AI, Musk sebelumnya juga memuji ekosistem digital China sebagai model pengembangan. Dalam podcast People by WTF November lalu, ia menyatakan ambisinya mengubah platform X menjadi WeChat++, merujuk pada aplikasi super di China yang memungkinkan pengguna melakukan segala aktivitas dalam satu platform terpadu.
Pernyataan Musk ini muncul di tengah keberhasilan yang diklaim oleh Beijing. Dalam pidato Tahun Baru pekan lalu, Presiden China Xi Jinping memuji integrasi mendalam antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri sepanjang tahun 2025.
Xi menegaskan bahwa China telah mencapai terobosan dalam penelitian dan pengembangan chip mandiri serta berbagai model AI besar, yang memposisikan negara tersebut sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan inovasi tercepat di dunia.
“Semua ini telah menjadikan China sebagai salah satu ekonomi dengan kemampuan inovasi yang tumbuh paling cepat,”ujarnya.
Baca Juga: Cetak Rekor! IHSG Tembus 9.000, Kapitalisasi Pasar Rp 16.434 Triliun – Economix

[…] AS Bakal Keok! Elon Musk Prediksi China Kuasai AI Dunia Lewat Kekuatan Listrik di 2026 […]
[…] Baca Juga: China Diprediksi Elon Musk Kuasai AI Dunia 2026, AS Bakal Keok […]