Di Tengah Chaos Iran, Elon Musk Disebut Pahlawan
Situasi di Iran semakin memburuk setelah pemerintah hampir sepenuhnya memutus akses internet di tengah gelombang protes nasional.
Pemutusan ini membuat arus informasi dari dalam Iran terhenti dan sulit memverifikasi jumlah korban kekerasan aparat.
Di tengah kondisi tersebut, nama Elon Musk mendadak muncul dan disebut sebagai pahlawan oleh aktivis digital.
Pasalnya perusahaan miliknya, SpaceX, dilaporkan mengaktifkan kembali layanan internet satelit Starlink secara gratis di Iran.
Langkah ini terjadi di tengah tindakan represif terhadap demonstran anti-pemerintah oleh rezim Tehran.
Baca Juga: Keadaan Greenland Berada di Momen Menentukan, Kata PM Denmark
Starlink Aktif di Tengah Blackout Internet Iran
Hal ini diperkuat oleh Direktur Eksekutif organisasi nirlaba teknologi Holistic Resilience, Ahmad Ahmadian, yang mengatakan bahwa akun Starlink yang sebelumnya tidak aktif kini kembali tersambung.
Ia menyebut biaya langganan Starlink di Iran telah dihapuskan sejak Selasa (13/1/2026).
“Cukup colok dan sambungkan, letakkan terminal satelit di lokasi dengan pandangan langit terbuka, dan selesai,” ujar Ahmadian.
Menurut dia, Starlink menjadi satu-satunya jalur komunikasi bagi sebagian warga untuk mengirim informasi ke luar Iran.
Langkah ini muncul tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan telepon dengan Elon Musk.
Pembicaraan itu disebut membahas kemungkinan perluasan akses Starlink di Iran.
Sementara itu, baik SpaceX maupun Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait hal tersebut.
Adapun kelompok hak asasi manusia melaporkan lebih dari 1.800 demonstran tewas dalam beberapa hari terakhir.
Jumlah korban diyakini lebih besar karena pemadaman internet menghambat pendataan di lapangan.
Baca Juga: RUU Diajukan Senator AS untuk Gagalkan Ambisi Trump Ambil Greenland
Elon Musk Disebut Pahlawan, tapi Jangkauan Starlink Terbatas
Meski Elon Musk disebut pahlawan oleh aktivis, para ahli menilai dampak Starlink masih terbatas.
Jumlah penerima Starlink di Iran diperkirakan hanya sekitar 50.000 unit dari total populasi 92 juta jiwa. Selain itu, rezim Iran disebut memiliki kemampuan mengacaukan sinyal satelit.
Adapun penggunaan Starlink juga dikriminalisasi oleh pemerintah Iran sejak konflik Iran-Israel tahun lalu.
Namun demikian, permintaan perangkat Starlink dilaporkan meningkat tajam. Ahmadian menyebut jaringan satelit orbit rendah itu memberi “jendela kecil” bagi dunia luar.
Teknologi Starlink kini dipandang sebagai instrumen soft power Amerika Serikat di negara tertutup.
Sementara itu, spesialis teknologi dari organisasi HAM Witness, Mahsa Alimardani, menilai akses ini berpotensi menekan kekerasan rezim.
“Jika jendela itu diperbesar, hal ini bisa menjadi keuntungan sekaligus pencegah kekejaman dalam kondisi blackout,” jelas Alimardani.
Di sisi lain, Trump menyatakan semua opsi untuk mendukung demonstran Iran tetap terbuka. Ia menegaskan opsi tersebut termasuk kemungkinan tindakan militer.
Pemerintah Iran sendiri terus membangun sistem sensor internet menyerupai “Great Firewall”.
Analis jaringan Doug Madory menyebut pemblokiran internet di Iran relatif mudah karena hanya dua jalur koneksi global.
Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan resmi atas laporan aktivasi Starlink ini. Senada, Misi Permanen Iran untuk PBB juga menolak memberikan komentar.
Baca juga: China Peringatkan AS Usai Donald Trump Tekan Iran dan Sekutu

[…] Di Tengah Chaos Iran, Elon Musk Disebut Pahlawan […]