Strategi Intelijen AS-Israel Ungkap Lokasi Khamenei Sebelum Gugur
Presiden Amerika Serikat (AS) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara mengejutkan mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu (1/3/2026).
Pengumuman tersebut menjadi pukulan besar bagi Teheran setelah serangan gabungan AS dan Israel dilancarkan ke Iran pada Sabtu.
Stasiun televisi Iran kemudian mengkonfirmasi kabar tersebut. Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi di ibu kota Teheran.
Tidak hanya Khamenei, anak, menantu, cucu, serta para pengawalnya juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut.
Pemerintah Iran selanjutnya menunjuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama dua pejabat tinggi lainnya untuk memimpin pemerintahan dalam masa transisi pasca-tewasnya Khamenei.
Baca Juga: Peta Kekuatan AS di Timur Tengah, Jadi Target Iran Balas Dendam?
Peran Intelijen CIA dalam Serangan
Mengutip AFP, Senin (2/3/2026), tewasnya Khamenei disebut tidak terlepas dari peran intelijen Amerika Serikat, CIA.
Badan intelijen tersebut dilaporkan memperoleh informasi bahwa Khamenei akan menghadiri pertemuan bersama pejabat tinggi Iran untuk membahas strategi menghadapi serangan AS dan Israel.
New York Times, mengutip sumber yang mengetahui operasi tersebut, melaporkan bahwa CIA telah melacak pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan.
Informasi intelijen menunjukkan adanya jadwal pertemuan pejabat tinggi Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi di kompleks kepemimpinan yang terletak di pusat Teheran.
Awalnya, Washington dan Tel Aviv berencana melancarkan serangan pada malam hari. Namun, rencana tersebut diubah setelah mempertimbangkan data intelijen terbaru dari CIA.
“AS memberikan informasi tersebut kepada Israel, yang berencana melakukan serangan terhadap kepemimpinan Iran,” lapor surat kabar tersebut.
Menurut laporan yang sama, operasi militer dimulai pada pagi hari waktu Israel.
“Operasi dimulai sekitar pukul 6:00 pagi di Israel dan rudal jarak jauh menghantam kompleks tersebut sekitar pukul 9:40 pagi,” muat Times.
Laporan itu juga menyebut sejumlah pejabat tinggi keamanan nasional Iran berada di salah satu gedung dalam kompleks tersebut.
“Para pejabat senior keamanan nasional Iran berada di salah satu gedung di kompleks tersebut, dan Khamenei berada di gedung terdekat.”
Selain Khamenei, dua tokoh militer penting Iran juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, yakni Kepala Garda Revolusi Jenderal Mohammad Pakpour dan penasihat keamanan senior Ali Shamkhani. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh otoritas peradilan Iran.
Baca Juga: Profil Pemimpin Iran 37 Tahun Ali Khamenei yang Gugur di Tengah Konflik
Iran Membalas, Trump Tegaskan Serangan Berlanjut
Pasca-serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Teluk.
Serangan disebut menyasar ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, serta area di sekitar pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional di Timur Tengah. Ketegangan antara Iran, AS, dan Israel kini berpotensi menyeret lebih banyak negara di kawasan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan operasi militer akan terus dilakukan.
Ia menyatakan bahwa pemboman militer Amerika akan berlanjut “selama diperlukan”.
