Pengiriman Minyak AS ke RI 40 Hari, Bahlil Siapkan Strategi
Pemerintah Indonesia mulai menjajaki sumber baru impor minyak mentah di luar kawasan Timur Tengah di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik di kawasan tersebut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah berencana mengalihkan sebagian sumber impor minyak mentah ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Angola, serta sejumlah negara di Afrika dan Amerika Latin.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman jika distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah terganggu.
“Ada kontrak jangka panjang kita dengan negara-negara lain yang di luar daripada Middle East. Salah satu di antaranya adalah Amerika. Kenapa harus Amerika? Karena mereka yang mempunyai volume minyak yang lebih,” jelas Bahlil dalam acara Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, Kamis (11/3/2026).
Baca Juga: Ini Kondisi Mojtaba Khamenei yang Diduga Terluka usai Serangan Israel-AS
Pemerintah Alihkan Sumber Impor Minyak Mentah
Bahlil mengakui bahwa jarak pengiriman minyak dari Amerika Serikat memang lebih jauh dibandingkan dari negara-negara Timur Tengah.
Jika pengiriman dari Timur Tengah hanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu, maka pengiriman dari Amerika Serikat bisa mencapai sekitar 40 hari.
“Benar. Jaraknya itu benar, akan lebih lama. Tetapi, kita melakukan pesan jangka panjang secara di awal. Supaya metode penyaluran logistiknya bisa kita atur,” ujar Bahlil.
Ia juga mencontohkan bahwa strategi serupa sebelumnya telah diterapkan pemerintah dalam impor LPG.
Menurut dia, jika sebelumnya mayoritas impor LPG berasal dari Timur Tengah, kini sekitar 70 persen impor LPG Indonesia justru berasal dari Amerika Serikat.
“Dan ini sudah terbukti ketika kita mengalihkan impor LPG kita dari Middle East yang tadinya kan Middle East mayoritas sekarang kita alihkan impor LPG kita 70% dari Amerika. Bisa logistiknya. Jadi nggak perlu harus ada rasa cemas, nggak perlu,” kata dia.
Baca Juga: RI Cari Sumber Minyak Baru, Tidak Lagi Bergantung dari Timur Tengah
Impor Minyak Timur Tengah Hanya 20-25 Persen
Bahlil menjelaskan bahwa selama ini impor minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai negara, termasuk kawasan Afrika, Timur Tengah, Amerika Serikat, Brasil, Australia, serta sejumlah negara lainnya.
Ia menyebut porsi impor minyak mentah dari Timur Tengah sebenarnya hanya sekitar 20 hingga 25 persen dari total kebutuhan nasional.
“Berapa total yang kita impor dari Middle East untuk crude? Itu totalnya 20 sampai 25%. Dari total kebutuhan nasional kita, kita impor crude dari Middle East itu 20 sampai 25%,” kata Bahlil.
Bahlil juga menegaskan bahwa Indonesia tidak mengimpor bahan bakar minyak (BBM) jadi dari Timur Tengah, melainkan hanya minyak mentah yang kemudian diolah di dalam negeri.
“Saya ulangi ya, kita tidak mengimpor minyak jadi dari Middle East. Kita tidak impor product. Yang kita impor dari Middle East itu adalah minyak mentah. Nanti diolah di Indonesia baru kemudian itu yang kita distribusi ke rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah sudah mengantisipasi potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah jauh sebelum konflik di kawasan tersebut meningkat.
Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Makanya jauh-jauh hari sebelum perang ini terjadi, atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami itu sudah menjajaki peluang untuk melahirkan order di negara lain,” lanjut dia.
Bahlil menambahkan, sebagian pasokan minyak dari negara alternatif tersebut juga didukung oleh aset perusahaan energi nasional.
“Di mana itu? Yaitu di Amerika, di Angola, apalagi di beberapa negara di Afrika itu, Amerika Latin, di Afrika itu, sebagian punya Pertamina. Jadi itu yang kita geser. Jadi sekalipun Selat Hormuz ditutup, untuk kita punya 20 sampai 25% itu sudah kita alihkan ke negara lain,” pungkas dia.
Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran Meluas, Ini Update Korban di Sejumlah Negara

[…] Pengiriman Minyak AS ke RI 40 Hari, Bahlil Siapkan Strategi […]
[…] Pengiriman Minyak AS ke RI 40 Hari, Bahlil Siapkan Strategi […]
[…] Pengiriman Minyak AS ke RI 40 Hari, Bahlil Siapkan Strategi […]