Iran Bersumpah Tutup Jalur Minyak untuk AS-Israel di Selat Hormuz
Militer Iran memperingatkan bahwa kapal-kapal yang berkaitan dengan Amerika Serikat, Israel, maupun negara sekutu keduanya berpotensi menjadi target serangan apabila melintas di jalur strategis Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, yang menegaskan sikap tegas Teheran dalam menghadapi konflik yang semakin memanas di kawasan Teluk Persia.
“Kapal mana pun yang muatan minyaknya atau kapal itu sendiri milik Amerika Serikat, rezim Zionis, atau sekutu mereka, akan dianggap sebagai sasaran yang sah,” kata komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dikutip AFP.
Baca Juga : Pengiriman Minyak AS ke RI 40 Hari, Bahlil Siapkan Strategi!
Dalam pernyataan tersebut, pihak militer Iran juga kembali menegaskan bahwa angkatan bersenjata mereka tidak akan membiarkan minyak melewati Selat Hormuz selama situasi konflik berlangsung.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyampaikan syarat bagi negara-negara yang ingin kapal tanker minyak mereka dapat melintas dengan aman di perairan tersebut.
IRGC menyebutkan, bahwa kapal tanker dari negara mana pun hanya dapat melewati Selat Hormuz apabila pemerintah negara tersebut mengusir duta besar Israel dan Amerika Serikat dari wilayahnya.
Berdasarkan laporan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, IRGC menilai negara-negara Arab maupun Eropa memiliki “hak dan kebebasan penuh” untuk menggunakan jalur perairan tersebut selama mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan AS dan Israel, sebagaimana dilaporkan CNN.
Akibat ancaman tersebut, sejumlah kapal tanker dari berbagai negara dilaporkan tertahan dan tidak berani melintas. IRGC juga menyatakan hanya kapal milik sekutunya seperti China dan Rusia yang diizinkan melalui jalur tersebut.
Penutupan Selat Hormuz serta meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah mendorong lonjakan harga minyak global.
Harga minyak mentah dunia dilaporkan naik hingga mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 pada Senin (9/3), dengan harga menembus sekitar US$119 per barel.
Baca Juga : Prabowo Hubungi MBS, Diskusi Situasi Timur Tengah?
Selain itu, laporan lain dari CNN menyebut Iran juga mempertimbangkan kebijakan baru berupa pungutan “bea masuk keamanan” bagi kapal tanker minyak maupun kapal komersial milik Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara sekutu mereka yang melintas di kawasan Teluk Persia.
Iran sendiri telah menutup Selat Hormuz sejak serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Selat Hormuz yang memiliki lebar sekitar 33 kilometer tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia, karena menjadi jalur transportasi sekitar 20 persen minyak mentah global serta gas alam cair (LNG).

[…] Iran Bersumpah Tutup Jalur Minyak untuk AS-Israel di Selat Hormuz […]
[…] Iran Bersumpah Tutup Jalur Minyak untuk AS-Israel di Selat Hormuz […]