Blokade AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Terpaksa Putar Haluan
Enam kapal dagang dilaporkan berbalik arah dari Selat Hormuz setelah adanya perintah militer Amerika Serikat yang disebut tengah melakukan blokade terhadap pelayaran menuju dan dari wilayah pesisir Iran.
Militer AS mengklaim tidak ada kapal yang berhasil menembus blokade Angkatan Laut yang mulai berlaku sejak Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Perang Iran Diklaim Trump Akan Segera Berakhir
“Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS, dan enam kapal dagang mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik arah dan memasuki kembali pelabuhan Iran di Teluk Oman,” demikian pernyataan United States Central Command.
Blokade tersebut disebut hanya berlaku bagi kapal yang menuju atau berasal dari Iran, mencakup seluruh pelabuhan di Teluk dan Teluk Oman.
Militer AS juga menyatakan pengerahan kekuatan besar untuk mendukung operasi ini, termasuk lebih dari 10.000 personel, belasan kapal perang, serta puluhan pesawat.
“Blokade diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran,” lanjut pernyataan CENTCOM.
Meski demikian, pengiriman bantuan kemanusiaan seperti makanan dan perlengkapan medis tetap diperbolehkan dengan syarat melalui proses pemeriksaan.
Baca Juga: Bagaimana Hasil Negosiasi Lebanon dan AS di Washington?
Blokade picu ketegangan usai negosiasi mandek
Kebijakan blokade ini diumumkan Presiden AS Donald Trump setelah perundingan damai antara AS dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026) berakhir tanpa kesepakatan.
Meski negosiasi sebelumnya menemui jalan buntu, Trump memberi sinyal bahwa pembicaraan lanjutan masih berpeluang digelar kembali dalam waktu dekat di Pakistan.
