Breaking: Perusahaan Italia Temukan Cadangan Gas 5 Triliun Kaki Kubik di RI
Perusahaan minyak dan gas asal Italia, Eni, kembali mencatatkan temuan besar di sektor energi Indonesia, setelah berhasil menemukan cadangan gas dalam jumlah signifikan di wilayah Blok Ganal, Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.
Penemuan tersebut berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan eksplorasi di kawasan tersebut. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia), Bahlil Lahadalia, pada Senin (20/4/2026).
Baca Juga : Hashim Ungkapkan MBG Sudah Direncanakan Prabowo sejak 2006
Bahlil menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan awal, sumur tersebut diperkirakan memiliki potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf), serta cadangan kondensat mencapai 300 juta barel.
“Saya mau umumkan bahwa Eni baru saja mendapat 1 wk baru giant dari Geliga yang menghasilkan 5 TcF untuk gas dan kita mendapat kondensat 300 juta barel minyak,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, bahwa perusahaan menargetkan peningkatan produksi gas secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Saat ini produksi gas berada pada kisaran 600–700 juta kaki kubik per hari (MMscfd), dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2.000 MMscfd pada tahun 2028.
Selanjutnya, pada tahun 2030, produksi gas diperkirakan kembali bertambah hingga menyentuh angka sekitar 3.000 MMscfd. Selain produksi gas, pengembangan produksi kondensat juga akan mulai dilakukan dalam periode tersebut.
“Jadi ini sesuatu yang luar biasa sekali ini giant dengan demikian daripada gas kita menemukan nanti 2028 kita sudah mulai produksi kondensat kurang lebih sekitar 90 ribu barel dan 2029-2030 itu bisa nambah lagi 150 ribu bph,” ujar Bahlil.
Berdasarkan keterangan resmi dari Eni, sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman total sekitar 5.100 meter di bawah permukaan laut, dengan kedalaman air mencapai kurang lebih 2.000 meter.
Penemuan Geliga-1 melanjutkan keberhasilan eksplorasi sebelumnya di wilayah Cekungan Kutai, yang telah menunjukkan potensi besar sebagai salah satu pusat sumber daya gas utama di Indonesia.
Temuan ini menyusul keberhasilan eksplorasi Geng North pada akhir 2023 yang berlokasi sekitar 20 kilometer di selatan Geliga, serta sumur Konta-1 yang diumumkan pada Desember 2025. Rangkaian temuan tersebut semakin memperkuat potensi pengembangan gas di kawasan tersebut dalam jangka panjang.
Baca Juga : Anggaran Bengkak, KPK Bongkar Celah Korupsi di MBG
Selain itu, pengembangan proyek gas di wilayah ini juga telah mencapai tahap penting melalui keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk proyek Gendalo dan Gandang (South Hub), serta lapangan Geng North dan Gehem (North Hub).
Proyek North Hub direncanakan menggunakan fasilitas produksi terapung atau Floating Production Storage and Offloading (FPSO) baru dengan kapasitas pengolahan sekitar 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd), dan 90.000 barel kondensat per hari. Produksi dari proyek tersebut juga akan memanfaatkan fasilitas LNG yang telah tersedia di Bontang.
Penemuan terbaru ini juga berada tidak jauh dari temuan gas Gula, yang memiliki estimasi cadangan sekitar 2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat. Penilaian awal menunjukkan bahwa gabungan sumber daya dari Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan sekitar 1 bscfd gas dan 80.000 barel kondensat per hari.

[…] Breaking: Perusahaan Italia Temukan Cadangan Gas 5 Triliun Kaki Kubik di RI […]