Trump Gelar “Kampanye Terbesar Sepanjang Masa” untuk Rayakan 250 Tahun AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menggelar kampanye besar-besaran di Washington untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada 24 Juni 2026.
Rencana tersebut sekaligus menggantikan rangkaian konser yang sebelumnya telah disiapkan namun dibatalkan. Pembatalan terjadi setelah sejumlah artis yang dijadwalkan tampil memilih mundur dari acara tersebut. Trump menyebut perayaan ini akan menjadi kampanye terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Muncul, Beri Pesan Persatuan di Tengah Ketegangan
Kampanye besar gantikan konser yang dibatalkan
Donald Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui platform media sosial Truth Social pada Kamis (4/6/2026), dikutip dari AFP.
Dalam unggahannya, ia menegaskan skala besar acara yang akan digelar untuk merayakan 250 tahun sejarah Amerika Serikat.
“Dalam rangka merayakan sejarah 250 tahun negara kita, kami akan menghadirkan kepada Anda, LANGSUNG, Kampanye Terbesar, SEPANJANG MASA! Ini akan istimewa di setiap level, Kampanye yang mengakhiri semua Kampanye!” tulis Trump.
Ia juga melontarkan sindiran kepada para artis yang memutuskan mundur dari acara tersebut.
“Kami tidak menginginkan penyanyi tanpa bakat, tetapi dibayar tinggi untuk membuat Anda mengantuk, kami telah menyuruh mereka semua untuk tinggal di rumah,” tambah Trump.
Sebagai pengganti konser, ia mengatakan acara akan lebih sederhana dengan fokus pada pidato, musik patriotik, dan penampilan militer.
“Yang kami inginkan hanyalah Anda, saya, beberapa pembicara, dan Musik Terhebat yang pernah dimainkan, Musik sama yang Anda dengarkan selama bertahun-tahun!” tuturnya.
Ia juga menyebutkan keterlibatan penyanyi Lee Greenwood, yang dikenal lewat lagu patriotik “God Bless the USA”, serta band dan paduan suara militer Amerika Serikat.
Trump bahkan menambahkan bahwa dirinya akan ikut tampil dalam acara tersebut.
“PLUS seorang pria terhormat dan bermartabat yang dikenal sebagai, Presiden DONALD J TRUMP!” imbuhnya.
Baca Juga: Tuding Rudal AS Jadi Sebab, Iran Bantah Serang Bandara Kuwait
Mundurnya artis dan sorotan atas rangkaian perayaan
Rencana perayaan ini sebelumnya juga diwarnai sejumlah kontroversi dan perubahan agenda.
Salah satunya adalah pembatalan konser yang sebelumnya direncanakan di National Mall oleh entitas publik-swasta Freedom 250.
Sejumlah artis diketahui mundur dari acara tersebut dengan alasan adanya politisasi kegiatan.
Di antaranya adalah penyanyi country Martina McBride dan rocker glam Bret Michaels dari band Poison.
Sementara itu, nama-nama lain seperti Vanilla Ice dan C+C Music Factory tetap tercantum dalam susunan penampil, meski menuai komentar sarkastik dari publik.
Selain polemik konser, Trump sebelumnya juga sempat merencanakan acara pertarungan seni bela diri campuran (MMA) di area Gedung Putih yang dijadwalkan bertepatan dengan ulang tahunnya.
Namun, rangkaian perayaan tersebut kini disebut semakin tidak pasti di tengah perubahan agenda yang terus terjadi.
