AS Tinjau Proposal Damai 14 Poin dari Iran, Peluang Akhiri Konflik Masih Dipertanyakan
Amerika Serikat (AS) tengah meninjau proposal perdamaian terbaru dari Iran yang berisi 14 poin untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan.
Presiden AS Donald Trump mengaku masih mempelajari isi proposal tersebut dan belum yakin kesepakatan dapat tercapai.
“Saya sedang meninjau konsepnya. Tapi belum tentu bisa sepakat,” ujarnya kepada wartawan di Florida, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (4/5/2026).
Proposal itu dikirim Teheran melalui Pakistan sebagai respons atas rencana damai sembilan poin yang sebelumnya didukung Washington.
Berbeda dengan pendekatan AS yang fokus pada perpanjangan gencatan senjata dua bulan, Iran kini mendorong penyelesaian permanen konflik dalam waktu 30 hari.
Baca Juga: Trump DIperingatkan Putin soal Iran, Risiko Konflik Dinilai Picu Dampak Global
Berikut 14 poin proposal damai Iran
Berdasarkan laporan media Iran, berikut poin-poin utama yang diajukan Teheran:
- Pengakhiran permanen perang dalam 30 hari
- Jaminan tidak ada serangan di masa depan terhadap Iran
- Penarikan pasukan AS dari kawasan sekitar Iran
- Pencabutan seluruh sanksi ekonomi terhadap Iran
- Pembebasan aset Iran yang dibekukan (bernilai miliaran dolar AS)
- Pembayaran ganti rugi perang
- Pengakuan hak Iran untuk memperkaya uranium sesuai perjanjian internasional
- Penghentian seluruh permusuhan di kawasan, termasuk di Lebanon
- Pengakhiran blokade terhadap pelabuhan Iran
- Mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz
- Jaminan kebebasan navigasi di jalur energi global tersebut
- Penghentian operasi militer dan sabotase terhadap fasilitas nuklir Iran
- Penghentian penangkapan dan pencegatan kapal oleh kedua pihak
- Pembentukan mekanisme pengawasan bersama untuk menjaga stabilitas kawasan
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan keputusan kini berada di tangan Washington.
“Sekarang bola ada di tangan Amerika Serikat, apakah memilih jalur diplomasi atau konfrontasi,” ujarnya.
Baca Juga: AS Setujui Penjualan Senjata ke Timur Tengah Rp148 Triliun
Iran Mulai Melunak?
Sejumlah pengamat menilai Iran mulai menunjukkan pelunakan sikap, meski perbedaan inti tetap tajam.
Profesor di Georgetown University, Paul Musgrave, menyebut ada indikasi fleksibilitas dalam proposal terbaru tersebut.
“Terlihat ada pelunakan, terutama terkait prasyarat blokade di Selat Hormuz,” katanya.
Namun, dua isu krusial masih menjadi batu sandungan, yakni program nuklir Iran dan kendali atas jalur strategis energi dunia itu.
Di sisi lain, analis dari Soufan Center, Kenneth Katzman, menilai masalah terbesar justru soal kepercayaan antara kedua pihak.
“Itu hambatan utama negosiasi,” ujarnya.
