Prabowo Turun Tangan! Rupiah Ditekan, BI Bergerak
Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang sempat menembus level Rp 17.400 per dolar AS dalam perdagangan sebelumnya.
Sebagai respons, Kepala Negara memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan arahan agar bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca Juga : Airlangga Klaim Angka Pengangguran Turun!
Perry mengungkapkan, dalam pertemuan itu ia juga melaporkan kondisi terkini nilai tukar serta strategi yang akan ditempuh BI.
“Tadi dibahas dan mendapatkan arahan dari Bapak Presiden mengenai nilai tukar. Berkaitan dengan dua hal penting mengenai nilai tukar. Bahwa yang pertama, nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,” kata Perry dikutip Rabu (6/5/2026).
1. Pembatasan Pembelian Dolar Diperketat
BI memperketat pembelian dolar tanpa underlying dari sebelumnya US$100.000 menjadi US$50.000 per orang per bulan.
“Yang kami sudah keluarkan adalah pembatasan pembelian dolar di pasar domestik tanpa underlying. Yang dulunya 100.000 dolar per orang per bulan, kita turunkan 50.000 dolar per orang per bulan. Itu yang kami langsung koordinasi dengan KSSK untuk penguatan-penguatan,” katanya.
2. Dorong Transaksi Mata Uang Lokal
BI memperkuat penggunaan mata uang lokal, termasuk pengembangan pasar yuan-rupiah di dalam negeri.
“Termasuk di dalam negeri itu adalah pasar Yuan, Chinese Yuan dengan Rupiah sudah berkembang di dalam negeri karena local currency kita dengan Cina sama Rupiah itu sangat tinggi. Dan sekarang sudah mulai terbentuk pasar domestik Yuan sama Rupiah, termasuk ini local currency sehingga itu mengurangi atau melakukan diversifikasi dari dolar sehingga itu bisa memperkuat,” jelasnya.
3. Pengetatan Lebih Lanjut Hingga US$25.000
Ke depan, BI akan menurunkan batas pembelian dolar hingga di atas US$25.000 wajib menggunakan underlying.
“Sehingga pembelian dolar sampai dengan atau di atas 25.000 itu harus pakai underlying ya. Itu yang kami akan perkuat, ini akan kami perkuat dalam negeri,” kata Perry.
4. Intervensi di Pasar Domestik dan Global
BI melakukan intervensi di pasar domestik dan global melalui skema NDF di berbagai pusat keuangan dunia.
“Di Hong Kong, di Singapura, di London, di New York kami terus akan melakukan intervensi untuk menstabilkan Rupiah baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Cadangan devisa kami lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah itu,” katanya.
5. Menjaga Inflow Modal Asing
BI mendorong inflow melalui instrumen SRBI untuk menutup tekanan outflow dari SBN dan saham.
“Yang kedua, tadi Pak Menko sudah menyebutkan karena sementara ini SBN itu keluar, kemudian saham, meskipun dalam minggu-minggu terakhir hasil koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan sudah mulai inflow tapi year to date masih outflow. Sementara saham terjadi outflow, sehingga kami bersepakat untuk sementara ini SRBI dibuat perlu inflow, sehingga inflow-nya SRBI bisa mencukupi outflow-nya SBN dan saham,” sambungya.
6. Pembelian SBN dan Koordinasi Fiskal-Moneter
BI terus membeli SBN di pasar sekunder dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah.
“Ini koordinasi sudah awal tahun koordinasi dan kita lakukan. Kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder year to date adalah Rp123,1 triliun. Dan kami akan melakukan koordinasi termasuk nanti Pak Menteri Keuangan bisa melakukan masalah buyback dan segala macam, koordinasi sangat erat antara fiskal dan moneter,” katanya.
Baca Juga : Antrean Jual Meledak, Saham GOTO Anjlok Sampai Rp 50
7. Penguatan Likuiditas dan Pengawasan
BI memastikan likuiditas tetap kuat serta meningkatkan pengawasan terhadap perbankan dan korporasi.
“Kami kirim pengawas ke sana, koordinasi dengan Bu Friderica Widyasari dari Ketua OJK untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga,” kata Perry.

[…] Prabowo Turun Tangan! Rupiah Ditekan, BI Bergerak […]
[…] Baca Juga: Prabowo Turun Tangan! BI Gerak, Rupiah Ditekan! […]
[…] Baca Juga: Prabowo Ikut Turun! Rupiah Ditekan, BI Bergerak! […]