Bisnis Trump Rugi Rp4,2 Triliun, Bitcoin Jadi Biang Kerok
Kinerja keuangan Trump Media and Technology Group (TMTG) kembali mendapat tekanan. Perusahaan media milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu mencatat kerugian bersih US$238,1 juta atau sekitar Rp4,2 triliun pada kuartal II-2026.
Mengutip laporan keuangan perusahaan, membengkaknya kerugian terutama dipengaruhi penurunan nilai portofolio aset kripto yang dimiliki TMTG. Bitcoin menjadi salah satu aset yang paling besar memberikan tekanan terhadap kinerja perusahaan.
Per 30 Juni 2026, TMTG tercatat memiliki 9.477 Bitcoin dengan nilai sekitar US$557,1 juta. Jumlah tersebut turun dari 9.542 Bitcoin yang tercatat pada akhir 2025.
Tidak hanya jumlah kepemilikannya yang berkurang, nilai wajar Bitcoin yang disimpan TMTG juga merosot tajam. Pada akhir 2025, nilai kepemilikan Bitcoin perusahaan masih mencapai sekitar US$836 juta.
Baca Juga : China dan Indonesia Gelar Latihan Militer, Taiwan Protes
Selain Bitcoin, aset kripto Cronos (CRO) turut menyumbang penurunan nilai portofolio digital perusahaan.
Sepanjang Januari-Juni 2026, kerugian terealisasi dan belum terealisasi dari aset digital TMTG mencapai US$360,6 juta atau sekitar Rp6,4 triliun. Sementara khusus kuartal II-2026, kerugian pada pos tersebut mencapai US$116,7 juta akibat koreksi harga Bitcoin dan Cronos selama Maret hingga Juni.
Bitcoin Jadi Jaminan Utang
TMTG juga menggunakan sebagian kepemilikan Bitcoin sebagai jaminan untuk mendukung struktur pembiayaannya.
Per 30 Juni 2026, sebanyak 4.260,73 BTC dijadikan agunan untuk convertible notes atau surat utang yang dapat dikonversi. Selain itu, sebanyak 2.077,34 BTC lainnya digunakan sebagai jaminan dalam strategi opsi Bitcoin perusahaan.
Di tengah tekanan aset kripto, pendapatan TMTG justru menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan kuartal II-2026 naik 89% secara tahunan menjadi US$1,67 juta dari US$883.000 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut berasal dari beberapa sumber, termasuk layanan iklan berbasis perjanjian barter, bertambahnya pelanggan platform streaming Truth+, serta pendapatan biaya manajemen dari produk ETF Truth.Fi.
Namun, peningkatan pendapatan belum mampu membawa perusahaan ke zona profit. Adjusted EBITDA TMTG masih mencatat kerugian US$223,5 juta.
Sebagian besar kerugian tersebut berasal dari sejumlah beban nonkas, antara lain:
- Kerugian belum terealisasi aset digital dan efek ekuitas: US$190,4 juta
- Akumulasi bunga (accreted interest): US$11,7 juta
- Kompensasi berbasis saham: US$8,1 juta
Sementara itu, arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasional mencapai US$13,7 juta, termasuk biaya perkara hukum lama (legacy litigation) sebesar US$25,6 juta.
Hingga akhir kuartal II-2026, TMTG memiliki total aset sekitar US$2 miliar. Sekitar US$1,9 miliar di antaranya berupa aset keuangan yang terdiri atas kas, investasi jangka pendek, efek ekuitas, dan aset digital.
Batal Bikin Proyek Kripto, Bidik Merger Energi
Laporan keuangan tersebut dirilis bersamaan dengan keputusan TMTG, Crypto.com, dan Yorkville Acquisition untuk menghentikan rencana pembentukan usaha patungan bernama Trump Media Group CRO Strategy.
Baca Juga : Trump Ungkap Pesawat Rahasianya Lebih Beresiko Dapat Serangan
Proyek tersebut sebelumnya dirancang sebagai kendaraan publik untuk mengakumulasi cadangan Cronos. Namun, ketiga pihak akhirnya membatalkan rencana tersebut dengan alasan “kondisi pasar saat ini serta pergeseran prioritas bisnis dan pemangku kepentingan”, dikutip dari The Guardian.
Interim CEO TMTG Kevin McGurn mengatakan perusahaan kini telah “mempertajam” strategi alokasi modalnya.
Sebagai gantinya, TMTG mengarahkan perhatian pada rencana merger dengan perusahaan teknologi energi TAE Technologies. Transaksi tersebut ditargetkan selesai pada kuartal IV-2026.
Dengan demikian, meski pendapatan perusahaan tumbuh signifikan, tekanan dari aset kripto membuat kinerja keuangan TMTG masih berada dalam kondisi berat. Perubahan strategi investasi dan rencana ekspansi ke sektor teknologi energi menjadi langkah berikutnya yang akan menentukan arah bisnis perusahaan Trump tersebut.
