Strategi Baru Trump Serang Eropa, Tuduh Jadi “Inkubator” Terorisme
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini mengalihkan sorotan tajamnya ke Eropa lewat strategi kontra-terorisme terbaru yang diumumkan pada Rabu waktu setempat.
Dalam dokumen tersebut, pemerintahan Trump menuduh Eropa menjadi “inkubator” terorisme akibat kebijakan migrasi dan keterbukaan perbatasan yang dinilai berlebihan.
Strategi itu turut menargetkan kelompok ekstremis sayap kiri di AS hingga kartel narkoba di Amerika Latin.
Baca Juga: Operasi Militer Dihentikan AS, Ada Kesepakatan Iran?
Namun, bahasa paling keras justru diarahkan kepada Eropa yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Washington.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran baru bahwa benua Eropa kini menjadi sasaran politik luar negeri pemerintahan Trump setelah sebelumnya fokus diarahkan pada Iran.
“Jelas bagi semua orang bahwa kelompok-kelompok musuh yang terorganisir dengan baik mengeksploitasi perbatasan terbuka dan cita-cita globalis terkait,” demikian bunyi strategi tersebut, dikutip AFP, Kamis (7/5/2026).
“Semakin berkembang budaya asing ini, dan semakin lama kebijakan Eropa saat ini bertahan, semakin terjamin terorismenya,” lanjut dokumen itu.
Strategi kontra-terorisme baru tersebut dipimpin oleh koordinator kontra-terorisme Sebastian Gorka.
Nama Gorka sendiri sebelumnya pernah menuai kontroversi karena dituduh memiliki hubungan dengan kelompok sayap kanan ekstrem.
Dalam dokumen yang sama, pemerintahan Trump juga mendesak Eropa untuk segera mengubah arah kebijakannya.
“Sebagai tempat kelahiran budaya dan nilai-nilai Barat, Eropa harus bertindak sekarang dan menghentikan kemundurannya yang disengaja,” kata strategi tersebut.
Kritik keras terhadap Eropa ini muncul hanya beberapa bulan setelah strategi keamanan nasional Trump menyebut benua tersebut menghadapi “penghapusan peradaban” akibat imigrasi.
Trump juga sebelumnya mengecam negara-negara NATO di Eropa karena dianggap tidak cukup membantu agenda militernya terhadap Iran.
Selain Eropa, strategi baru itu juga menempatkan kelompok sayap kiri sebagai ancaman utama keamanan domestik AS.
Baca Juga: Iran Didesak China Tahan Diri, Peringatkan Dampak Perang Bisa Guncang Dunia
Dokumen tersebut secara khusus menyoroti kelompok yang disebut sebagai “Ekstremis Sayap Kiri yang Kejam, termasuk Anarkis dan Anti-Fasis”.
Pemerintahan Trump menyebut upaya kontra-terorisme AS akan “memprioritaskan identifikasi dan netralisasi cepat kelompok-kelompok politik sekuler yang melakukan kekerasan dan ideologinya anti-Amerika, sangat pro-transgender, dan anarkis”.

[…] Strategi Baru Trump Serang Eropa, Tuduh Jadi “Inkubator” Terorisme […]