Purbaya Kagum! Sebut Strategi Ekonomi Prabowo Keajaiban
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku terkesan dengan langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi, sekaligus menjaga stabilitas fiskal negara.
Menurut Purbaya, berbagai program prioritas pemerintah yang membutuhkan belanja besar tetap mampu dijalankan tanpa membuat defisit APBN melewati batas aman 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga : AS-Iran Dekati Kesepakatan untuk Akhiri Konflik di Hormuz
“Kalau saya bilang sih keajaiban ya. Dengan anggaran yang sama, tanpa uang tambahan, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Purbaya di kawasan Kebun Sirih, Jakarta, dikutip Kamis (7/5/2026).
Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026
Purbaya menilai strategi pemerintah terbukti berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% secara tahunan pada kuartal I-2026.
Di sisi lain, defisit APBN hingga akhir Maret 2026 masih berada di level terkendali, yakni sebesar 0,93% terhadap PDB atau sekitar Rp240,1 triliun.
Nilai tersebut setara 34,8% dari target defisit APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68% terhadap PDB.
“Dengan itu saja kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu kejagoan Pak Prabowo,” kata Purbaya.
Defisit APBN Tetap Dijaga di Bawah 3%
Purbaya menegaskan defisit fiskal yang terjadi sejauh ini masih mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global akibat konflik Timur Tengah.
Ia mencontohkan pada kuartal IV-2025 ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,39% meski defisit fiskal mencapai 2,92% terhadap PDB.
Meski begitu, ia mengakui keseimbangan primer APBN hingga akhir Maret 2026 mencatat defisit Rp95,8 triliun atau setara 106,8% dari target APBN 2026 sebesar Rp89,7 triliun.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pemerintah mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun.
Baca Juga : Malaysia Minat ke Beras RI 200 Ribu Ton, Negosiasi Alot!
“Ini kan dipercepat belanjanya ke depan, otomatis kan defisitnya meningkat. Tapi nanti kan dengan jalannya waktu income juga naik dan defisit akan dijaga di bawah 3%. Tahun lalu saja cuma 2,8%, bukan 2,9%,” tegas Purbaya.
Purbaya optimistis percepatan belanja pemerintah akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa kuartal mendatang.
Ia menilai penerimaan negara nantinya juga akan meningkat seiring perbaikan aktivitas ekonomi dan efektivitas program-program prioritas pemerintah.
