Bahlil Dorong CNG Gantikan LPG, Ini Perbedaan dan Kelebihannya
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah mendorong penggunaan energi alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Energi alternatif yang dimaksud adalah Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi.
Kementerian ESDM saat ini sedang melakukan uji coba pengembangan CNG dalam kemasan 3 kilogram (kg).
Baca Juga: Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 6 Persen Tahun Ini
Program tersebut direncanakan mulai diimplementasikan pada 2026, terutama di kota-kota besar di Pulau Jawa.
CNG sendiri merupakan gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi, umumnya di atas 200 bar, agar lebih mudah disimpan dan didistribusikan.
Gas alam tersebut terdiri dari campuran hidrokarbon seperti metana, etana, propana, dan butana.
Namun, kandungan utama CNG umumnya adalah metana dengan kadar lebih dari 95 persen.
Berbeda dengan CNG, LPG disimpan dalam bentuk cair pada tekanan dan suhu moderat.
Sementara itu, Liquefied Natural Gas (LNG) disimpan dalam bentuk cair dengan suhu sangat rendah.
Kegunaan dan Perbedaan CNG dengan LPG
Mengutip situs resmi PGN, CNG memiliki berbagai manfaat untuk sektor transportasi, industri, hingga rumah tangga.
Berikut kegunaan CNG:
1. Transportasi
CNG digunakan sebagai bahan bakar alternatif kendaraan seperti bus dan truk karena menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan bahan bakar konvensional.
2. Industri
Berbagai sektor industri memanfaatkan CNG sebagai sumber energi untuk proses manufaktur karena dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.
3. Rumah Tangga
CNG juga dapat digunakan untuk kebutuhan memasak dan pemanasan air karena dinilai lebih ekonomis dan memiliki dampak lingkungan yang lebih baik.
Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI) menilai penggunaan CNG memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan LPG.
Baca Juga: Soal Harga Beras yang Masih Mahal walau Stok Melimpah, Amran Angkat Bicara
Ketua APLCNGI Dian Kuncoro mengatakan Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang lebih besar dibandingkan minyak bumi.
Menurut dia, CNG juga lebih fleksibel dalam distribusi karena bisa menjangkau daerah yang belum terhubung jaringan pipa gas.
“Bicara bagaimana pemanfaatan gas bumi ini untuk rumah tangga salah satu yang efektif dan efisien yang sudah ada itu memang melalui klaster pipa. Dan itu bisa melayani untuk wilayah-wilayah yang jauh dari pipa,” ujarnya dalam diskusi ASPEBINDO, dikutip Kamis (7/5/2026).
Ia juga menjelaskan teknologi tabung CNG kini mulai menggunakan material komposit atau karbon yang lebih ringan dan lebih kuat dibanding tabung besi konvensional.
Selain itu, model distribusi CNG berbasis klaster pipa sudah diterapkan di sejumlah wilayah seperti Yogyakarta dan Sleman.
APLCNGI juga mencatat sejumlah perbedaan mendasar antara LPG dan CNG.
Berikut perbedaan LPG dan CNG:
LPG
- Komposisi utama berupa propana (C3H8) dan butana (C4H10).
- Disimpan dalam bentuk cair bertekanan rendah.
- Menggunakan tabung gas konvensional ukuran 3 kg, 12 kg, hingga 50 kg.
- Umumnya dipakai rumah tangga, restoran, dan industri kecil.
- Praktis digunakan dan mudah didistribusikan.
- Memiliki emisi lebih tinggi dibandingkan gas alam.
CNG
- Komposisi utamanya metana (CH4).
- Disimpan dalam bentuk gas bertekanan tinggi sekitar 200-250 bar.
- Menggunakan tabung silinder khusus bertekanan tinggi.
- Banyak digunakan untuk transportasi, industri, dan pembangkit listrik kecil.
- Lebih ramah lingkungan dan dinilai lebih hemat biaya.
- Distribusinya masih terbatas karena kendala teknis penyimpanan tekanan tinggi.

[…] Baca Juga: CNG Didorong Bahlil Gantikan LPG, Ini Perbedaan dan Kelebihannya […]