Mobil Listrik Dapat Subsidi Baru, Ini Skema dari Pemerintah
Pemerintah memastikan akan meluncurkan insentif pembelian kendaraan listrik baru pada tahun ini. Program tersebut mencakup subsidi untuk mobil listrik maupun motor listrik untuk mempercepat peralihan masyarakat dari kendaraan berbahan bakar minyak ke energi listrik.
Kuota insentif mobil listrik disiapkan sebanyak 100.000 unit. Pemerintah juga akan memberikan dukungan melalui skema Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang ditanggung negara.
Baca Juga : Trump Sebut Perang Iran Sepadan Jika Minyak Tembus 200 Dolar AS
Skema Insentif Berdasarkan Jenis Baterai
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah tengah menyusun formulasi insentif yang dinilai paling efektif, termasuk mempertimbangkan jenis baterai kendaraan listrik.
Pemerintah sebelumnya mengkaji kemungkinan pemberian insentif lebih besar bagi kendaraan listrik dengan baterai berbasis nikel dibanding non-nikel. Langkah itu bertujuan mendukung hilirisasi industri mineral nasional.
“Terus untuk mobil, berikut-berikut variasi, ada yang 100% untuk ppnya (pajak), ada yang 40%, tergantung baterainya,” kata Purbaya saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Motor Listrik Dapat Subsidi Rp5 Juta
Selain mobil listrik, pemerintah juga menyiapkan bantuan untuk pembelian motor listrik baru. Nilai subsidi yang diberikan mencapai Rp5 juta per unit.
Jumlah kuota subsidi motor listrik pada tahun ini juga ditetapkan sebanyak 100.000 unit.
“Jadi gini motor listrik mobil saya sudah bicarakan Pak Menperin dan Menteri Koordinator Bidan Perekonomian anggarannya masih kita itung. Untuk motor kira-kira Rp5 juta per motor, 5 juta rupiah per motor untuk 100.000 motor,” imbuhnya.
Berlaku Mulai Juni 2026
Purbaya menyebut program insentif kendaraan listrik tersebut ditargetkan mulai berlaku pada Juni 2026. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.
Baca Juga : Trump Klaim Iran Setuju Hentikan Program Nuklir
Menurutnya, peralihan konsumsi energi dari BBM ke listrik juga penting untuk mengurangi impor bahan bakar minyak sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Saya ingin itu masuk awal Juni diimplementasi supaya di triwulan II ada dorongan yang penting ada switch dari pemakaian BBM ke listrik sehingga impor BBM kita maupun minyak kita bisa berkurang itu bantu daya tahan ekonomi kita. Jadi jangan lihat subsidinya jadi itu tujuan utamanya ekonomi kita tahan dari sisi energi,” tegas Purbaya.

[…] Baca Juga: Ini Skema dari Pemerintah, soal Mobil Listrik Dapat Subsidi Baru […]