Iran Bergerak! Mojtaba Instruksikan Militer Lawan AS-Israel
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, disebut memberikan arahan baru kepada jajaran militer Iran untuk melanjutkan operasi, dan menghadapi musuh secara tegas di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Media Iran melaporkan Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ali Abdullahi, telah bertemu langsung dengan Mojtaba Khamenei untuk melaporkan kesiapan militer Iran menghadapi potensi serangan lanjutan.
Baca Juga : Iran Mulai Ungkap Keadaan Mojtaba Usai Konflik AS-Israel
Dalam laporan kantor berita IRIB, Abdullahi memastikan rencana militer telah disiapkan untuk merespons tindakan permusuhan dari Amerika Serikat maupun Israel.
Khamenei disebut memuji kinerja angkatan bersenjata Iran sekaligus mengeluarkan instruksi baru terkait langkah operasi berikutnya.
“langkah-langkah baru dan jalan untuk melanjutkan langkah-langkah tersebut dan menghadapi musuh dengan kuat”, ungkapnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Khamenei Belum Muncul di Publik
Sejak resmi diangkat pada Maret lalu, Mojtaba Khamenei belum terlihat tampil di hadapan publik. Pernyataan-pernyataannya selama ini disampaikan melalui media pemerintah Iran.
Di tengah situasi tersebut, kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan berhasil mencegat dua drone yang disebut berasal dari Iran pada 10 Mei 2026.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sejak awal konflik, sistem pertahanan udara negara itu telah menghadang ratusan serangan dari Iran.
Kementerian mengatakan bahwa sejak awal “serangan Iran yang terang-terangan”, pertahanan udara UEA telah mencegat 551 rudal balistik, 29 rudal jelajah, dan 2.265 drone.
Qatar Kecam Serangan Drone ke Kapal Kargo
Sementara itu, Qatar turut mengecam serangan terhadap kapal kargo komersial di perairan dekat Pelabuhan Mesaieed. Kapal yang diketahui datang dari Abu Dhabi itu dilaporkan terkena serangan drone pada Minggu pagi hingga memicu kebakaran kecil tanpa korban jiwa.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi.
Baca Juga : Prabowo Klaim RI Tetap Tenang di Krisis Global, Karena Punya Swasembada
Kementerian Luar Negeri mengatakan insiden tersebut merupakan “pelanggaran mencolok” terhadap kebebasan navigasi dan hukum internasional, menggambarkannya sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keselamatan jalur maritim dan pasokan regional yang vital.
Qatar juga menegaskan serangan terhadap kapal sipil dan komersial merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan dan dunia internasional.
Ditambahkan pula bahwa serangan terhadap kapal komersial dan sipil, terlepas dari pelakunya, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan global.
