Bahlil Buka Peluang Ekspor Listrik ke Singapura: Harga Harus Adil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia tengah menjajaki kerja sama ekspor listrik ke Singapura melalui pengembangan jaringan power grid di kawasan ASEAN.
Menurut Bahlil, kerja sama tersebut harus dijalankan dengan prinsip saling menguntungkan atau “cengli” agar memberikan manfaat bagi kedua negara.
Baca Juga: 23 Kasus Hantavirus Tercatat Kemenkes, Apa Saja Gejalanya?
Ia mengatakan, saat ini Indonesia sudah mulai membangun jaringan kelistrikan bersama Malaysia dan dalam waktu dekat akan diperluas hingga ke Filipina.
“Nah, setelah itu, kita juga melakukan komunikasi bilateral dengan beberapa delegasi, khususnya di kawasan ASEAN menyangkut dengan power grid. Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia-Indonesia. Sebentar lagi akan masuk Filipina,” ujar Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).
Bahlil menyebut Singapura juga telah menyampaikan minat untuk memperoleh pasokan listrik dari Indonesia.
Ia menilai rencana tersebut merupakan langkah yang positif selama kerja sama dilakukan secara adil dan tidak merugikan salah satu pihak.
“Memang Singapura minta. Ini sebenarnya ide yang bagus, selama saling menguntungkan,” katanya.
Bahlil kemudian mencontohkan kerja sama kelistrikan yang telah berjalan antara Indonesia dan Malaysia, termasuk pemanfaatan listrik tenaga air dari Kalimantan.
Baca Juga: PBB Terkesan Lihat IKN, Nusantara Dapat Sorotan Global
Menurut dia, pola kerja sama serupa dapat diterapkan dengan Singapura selama harga yang disepakati dinilai wajar bagi kedua pihak.
“Itu bagus, harganya cengli. Tapi untuk Singapura, kita juga akan ekspor, tapi harganya juga harus cengli. Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk melakukan kajian yang lebih mendalam. Saya pikir itu,” ujar Bahlil.
