UEA Dilaporkan Serang Iran Diam-Diam, Konflik Timteng Memanas
Uni Emirat Arab dilaporkan melakukan serangan militer rahasia terhadap Iran di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.
Laporan Wall Street Journal yang terbit pada Senin (11/5/2026) menyebut keterlibatan militer UEA menandai perubahan besar dalam peta konflik kawasan, dengan negara Teluk tersebut mulai terjun langsung dalam operasi militer melawan Iran.
Mengutip Newsweek, perkembangan itu muncul ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam kondisi kritis.
Trump menyebut upaya perdamaian saat ini berada dalam “fase kritis”, memicu kekhawatiran konflik yang telah berlangsung sekitar 10 minggu itu kembali meledak setelah jeda singkat.
Berdasarkan laporan tersebut, UEA disebut melakukan sejumlah serangan militer yang tidak diumumkan secara publik, termasuk serangan terhadap kilang minyak Iran di Pulau Lavan, Teluk Persia, pada awal April lalu.
Baca Juga: Perang AS-Iran Disorot, China Pelajari Celah Militer AS
Serangan itu dilaporkan memicu kebakaran besar dan melumpuhkan sebagian kapasitas fasilitas tersebut selama berbulan-bulan.
“Iran menggambarkan ledakan itu pada saat itu sebagai serangan musuh dan menanggapi dengan rentetan serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap UEA dan Kuwait,” tulis laporan tersebut.
Iran disebut telah meluncurkan lebih dari 2.800 rudal dan drone ke wilayah UEA selama perang berlangsung.
Serangan-serangan itu dilaporkan mengganggu lalu lintas udara, sektor pariwisata, hingga pasar properti di Emirat dan memicu pemutusan hubungan kerja massal.
Trump Sebut Respons Iran “Tidak Dapat Diterima”
Laporan tersebut juga menyebut pemerintah AS secara diam-diam menyambut baik keterlibatan UEA dalam operasi militer terhadap Iran.
Namun, pejabat Pentagon dan Gedung Putih menolak memberikan komentar langsung mengenai operasi rahasia tersebut.
Sementara itu, Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran kini berada di ambang kehancuran setelah dirinya menolak proposal balasan Teheran terkait perdamaian.
Iran disebut menuntut kompensasi perang, pencabutan sanksi, pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz, jaminan penghentian serangan, serta pengakhiran blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengaku tidak menyukai jawaban dari pihak Iran.
“Saya baru saja membaca jawaban dari orang-orang yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya – BENAR-BENAR TIDAK DAPAT DITERIMA!” tulis Trump.
Saat berbicara di Gedung Putih pada Senin, Trump bahkan menyebut proposal terbaru Iran sebagai sesuatu yang tidak layak dibaca.
“Itu adalah sampah yang bahkan tidak selesai saya baca,” ujar Trump.
Baca Juga: Harga Bensin Melonjak, Trump Turunkan “tameng” Pajak BBM
Trump mengatakan sebelumnya Iran sempat menyatakan bersedia mengizinkan AS membantu proses ekstraksi uranium yang diperkaya tinggi, namun poin tersebut hilang dalam proposal terbaru mereka.
Dalam unggahan lainnya, Trump juga menyinggung hubungan panjang AS dengan Iran yang menurutnya selalu merugikan Washington.
“Selama 47 tahun Iran telah ‘memanfaatkan’ kita, membuat kita menunggu, membunuh rakyat kita dengan bom pinggir jalan, menghancurkan protes, dan baru-baru ini menyapu bersih 42.000 demonstran yang tidak bersalah dan tidak bersenjata, serta menertawakan negara kita yang sekarang HEBAT LAGI. Mereka tidak akan tertawa lagi!” tegas Trump.
