Korsel Bentuk Korporasi Kelola Investasi Rp6.230 Triliun di AS
Pemerintah Korea Selatan resmi membentuk perusahaan khusus yang didukung negara untuk mengelola komitmen investasi senilai US$350 miliar atau sekitar Rp6.230 triliun. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari implementasi kesepakatan dagang terbaru antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Perusahaan bernama Korea-US Strategic Investment Corporation resmi diluncurkan pada Kamis. Badan tersebut akan bertanggung jawab mengelola berbagai investasi strategis Korea Selatan yang ditujukan untuk proyek-proyek di Amerika Serikat.
Korporasi ini dibentuk setelah undang-undang khusus terkait investasi strategis Korea Selatan di AS resmi diberlakukan.
Baca Juga : Usai Kesepakatan Damai, Iran Berpotensi Raup Rp 1.070 Miliar!
Kelola Kerja Sama Investasi Strategis
Kepala Korea-US Strategic Investment Corporation, Park Jong-won, mengatakan pembentukan lembaga tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
“Korporasi ini adalah badan khusus untuk secara sistematis mempromosikan kerja sama investasi antara Korea Selatan dan Amerika Serikat pada saat transformasi besar, ketika tatanan ekonomi baru sedang terbentuk,” ujar Park Jong-won.
Menurutnya, korporasi tersebut akan berfokus memperkuat kolaborasi di berbagai sektor strategis yang telah disepakati oleh kedua negara.
Beberapa sektor prioritas meliputi energi, industri pembuatan kapal, serta bidang industri maju lainnya yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi.
Dana Investasi Capai US$350 Miliar
Total dana yang akan dikelola mencapai US$350 miliar atau sekitar Rp6.230 triliun.
Dari jumlah tersebut, sekitar US$200 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan industri maju dan sektor-sektor strategis lainnya di Amerika Serikat.
Sementara itu, US$150 miliar sisanya akan difokuskan untuk mendukung pengembangan industri perkapalan yang melibatkan perusahaan-perusahaan Korea Selatan.
Skema ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan Korsel di pasar global sekaligus memperluas kerja sama industri dengan Amerika Serikat.
Fokus pada Energi, LNG, dan Baterai
Sejumlah proyek yang berpotensi mendapatkan pendanaan dari dana investasi tersebut mencakup pembangunan infrastruktur gas alam cair (LNG), proyek energi, penguatan rantai pasok material canggih, hingga industri baterai.
Investasi juga diarahkan untuk mendukung sektor-sektor yang dianggap penting bagi ketahanan ekonomi dan industri kedua negara.
Pemerintah Korea Selatan menilai kerja sama investasi ini dapat membuka peluang baru bagi perusahaan domestik untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek berskala besar di Amerika Serikat.
Belum Ada Proyek yang Ditetapkan
Meski korporasi telah resmi dibentuk, pemerintah Korea Selatan menegaskan bahwa belum ada proyek yang ditetapkan secara final untuk menerima pendanaan.
Baca Juga : AS dan Iran Taken Damai, Sanksi Minyak Dicabut!
Seluruh proyek yang diajukan wajib melalui kajian kelayakan bisnis sebelum memperoleh dukungan investasi.
Penilaian tersebut mencakup kemampuan proyek menghasilkan arus kas yang memadai guna membayar pokok investasi dan bunga secara berkelanjutan.
Saat ini, pemerintah Korea Selatan masih melanjutkan negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat untuk menentukan proyek-proyek yang akan masuk dalam skema pendanaan tersebut.
Hasil pembahasan kedua negara akan menjadi dasar penetapan proyek strategis yang berhak memperoleh dukungan dari dana investasi jumbo senilai US$350 miliar tersebut.
