Trump Pamer Pesawat Baru dari Qatar, Siap Terbang ke KTT NATO
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperkenalkan Air Force One baru yang sebelumnya merupakan jet milik pemerintah Qatar. Pesawat Boeing 747 tersebut telah dimodifikasi untuk mendukung kebutuhan perjalanan resmi Presiden AS dan akan menjadi solusi sementara hingga armada baru Boeing selesai diproduksi pada 2028.
Trump menyebut pesawat tersebut sebagai simbol kebanggaan nasional yang mampu merepresentasikan Amerika Serikat di panggung internasional dengan lebih baik.
Air Force One terbaru hadir dengan tampilan berbeda dibandingkan pesawat kepresidenan yang selama ini digunakan.
Skema warna biru muda khas era Presiden John F. Kennedy telah digantikan dengan kombinasi biru tua, merah, dan putih yang lebih mencolok. Pada sisi pesawat terdapat stempel resmi kepresidenan AS, sementara bagian ekor menampilkan bendera Amerika Serikat berukuran besar.
Baca Juga : Trump Respon Pengkritik Iri dan Tidak Paham Situasi
Menurut Trump, pesawat tersebut menawarkan tingkat kemewahan yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah penerbangan kepresidenan AS.
“Pesawat ini diubah menjadi Gedung Putih terbang dengan tingkat kemewahan yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya,” ujar Trump.
Trump mengonfirmasi bahwa Air Force One baru akan digunakan dalam perjalanan menuju KTT NATO di Ankara, Turki, bulan depan.
Ia juga mengisyaratkan kemungkinan melakukan kunjungan kembali ke China menggunakan pesawat tersebut. Sementara itu, perjalanan pulang dari KTT G7 disebut menjadi salah satu penerbangan terakhir menggunakan Air Force One generasi sebelumnya.
Menurut Trump, pesawat baru ini akan meningkatkan citra Amerika Serikat saat melakukan kunjungan ke berbagai negara.
“Sekarang, ketika kita mendarat di bandara-bandara di London, Jerman, dan tempat-tempat lainnya, tidak ada yang bisa menandingi pesawat ini,” kata Trump.
Jet Qatar Jadi Solusi Sementara
Pesawat Boeing 747 yang berasal dari Qatar berfungsi sebagai solusi sementara atau jembatan operasional hingga pesawat kepresidenan baru yang dipesan langsung dari Boeing siap digunakan pada 2028.
Trump mengatakan Amerika Serikat saat ini menghadapi keterlambatan pengiriman armada baru sehingga membutuhkan alternatif untuk mendukung mobilitas presiden.
Meski demikian, penerimaan pesawat mewah dari pemerintah asing sempat memunculkan perdebatan mengenai aspek etika dan legalitas hukum.
Trump sebelumnya menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan pesawat tersebut untuk kepentingan pribadi setelah masa jabatannya berakhir. Ia berencana menyumbangkannya kepada perpustakaan kepresidenan di masa mendatang.
Modifikasi Keamanan Jadi Prioritas
Angkatan Udara AS menegaskan bahwa setiap pesawat yang berstatus Air Force One harus memenuhi standar keamanan yang sangat ketat.
Karena itu, jet Qatar tersebut menjalani berbagai modifikasi teknis untuk memastikan kemampuannya mendukung misi kepresidenan.
Pihak Angkatan Udara menyatakan sebagian besar tata letak interior yang digunakan oleh kepala negara sebelumnya tetap dipertahankan. Sementara itu, biaya modifikasi keamanan diperkirakan kurang dari 400 juta dolar AS.
Pendekatan rekayasa yang diterapkan berfokus pada pemenuhan kebutuhan operasional inti tanpa mengurangi aspek keselamatan dan keamanan.
Trump Kembalikan Desain Favoritnya
Upaya mengubah tampilan Air Force One sebenarnya telah dimulai sejak masa pemerintahan pertama Trump.
Saat itu, Trump menginginkan armada kepresidenan baru menggunakan warna yang mirip dengan pesawat pribadinya. Namun rencana tersebut sempat dibatalkan oleh Presiden Joe Biden pada Maret 2023.
Hasil kajian Angkatan Udara menunjukkan bahwa penggunaan warna yang lebih gelap berpotensi meningkatkan biaya dan memperlambat proses produksi pesawat baru.
Setelah kembali menjabat sebagai presiden, Trump menghidupkan kembali desain tersebut dan menjadikannya identitas baru Air Force One.
Baca Juga : Mojtaba Restui Kesepakatan Iran-AS, Meski Beda Pandangan
Meski Air Force One baru mulai digunakan, dua pesawat kepresidenan yang saat ini beroperasi, yakni VC-25A, tidak akan dipensiunkan.
Menurut Angkatan Udara AS, kedua pesawat tersebut akan tetap berada dalam armada hingga pesawat generasi baru VC-25B resmi beroperasi.
Belum ada keputusan mengenai peran jangka panjang pesawat lama tersebut. Namun pihak militer memastikan bahwa jet Qatar maupun VC-25A akan tetap tersedia sesuai kebutuhan operasional.
Grup Angkutan Udara Kepresidenan nantinya akan menentukan pesawat yang digunakan berdasarkan jenis misi dan kebutuhan perjalanan yang dijalankan oleh Presiden Amerika Serikat.

[…] Trump Pamer Pesawat Baru dari Qatar, Siap Terbang ke KTT NATO […]
[…] Trump Pamer Pesawat Baru dari Qatar, Siap Terbang ke KTT NATO […]