AS Tetap Batasi Perjalanan Timnas Iran di Piala Dunia
Amerika Serikat memastikan belum akan melonggarkan pembatasan perjalanan yang diberlakukan terhadap Tim Nasional Iran selama gelaran Piala Dunia 2026.
Kebijakan tersebut membuat skuad Iran hanya dapat tiba di lokasi pertandingan sekitar 24 jam sebelum laga berlangsung dan harus segera kembali ke markas latihan mereka di Tijuana, Meksiko, setelah pertandingan selesai.
Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, Andrew Giuliani, mengatakan pengaturan perjalanan Iran masih terus dievaluasi, tetapi hingga saat ini belum ada perubahan terhadap rencana awal.
Baca Juga: Pesawat Baru Dipamerkan Trump dari Qatar, Siap Terbang ke KTT NATO
Situasi Masih Dinamis Jelang Laga Berikutnya
Giuliani menjelaskan pemerintah AS masih memantau perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan terkait pertandingan ketiga Iran melawan Mesir di Seattle pada Jumat (26/6/2026).
“Situasinya dinamis. Saat ini kami memiliki rencana. Besok sore (setelah pertandingan melawan Belgia), mereka akan menempuh penerbangan 27 menit kembali ke Tijuana,” kata Giuliani di Houston, dikutip dari Al Jazeera.
“Kita akan lihat bagaimana hasilnya untuk pertandingan kedua dan kemudian akan ada diskusi keesokan harinya mengenai seperti apa pertandingan ketiga di Seattle,” sambungnya.
Ia juga membela keputusan memindahkan basis latihan Iran dari Tucson ke Tijuana sebelum turnamen dimulai.
Menurut Giuliani, langkah tersebut justru mengurangi waktu tempuh perjalanan tim menuju lokasi pertandingan di Los Angeles.
“Perpindahan dari Tucson ke Tijuana, menurut saya, menguntungkan semua pihak yang terlibat. Tentu saja, hal itu juga mengurangi waktu perjalanan mereka ke Los Angeles,” ujarnya.
“Penerbangan mereka satu jam lebih singkat daripada jika dari Tucson. Kami senang dengan jalannya pertandingan pertama di Los Angeles,” lanjutnya.
AS Klaim Pembatasan Demi Keamanan Turnamen
Giuliani menegaskan seluruh pemain dan staf pelatih Iran telah memperoleh visa untuk mengikuti turnamen.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah pejabat tim yang belum mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.
Menurut dia, kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keamanan selama penyelenggaraan Piala Dunia.
“Kami ingin memastikan bahwa kami memiliki turnamen sepak bola yang luar biasa ini, di mana orang-orang disambut dan menikmati Piala Dunia,” tegas dia.
“Sekaligus memastikan bahwa kami tidak hanya melindungi warga negara AS, tetapi juga melindungi semua pengunjung internasional yang datang ke sini,” tambahnya.
Ia mengatakan hingga kini belum ada ancaman spesifik yang teridentifikasi terhadap turnamen tersebut.
Karena itu, Giuliani menilai pelaksanaan Piala Dunia selama 10 hari pertama berjalan sesuai rencana.
“Semuanya berjalan sesuai rencana. Sangat menyenangkan melihat permainan hebat di lapangan, itu tampaknya menjadi sebagian besar pembicaraan, dan itu luar biasa,” ungkapnya.
Baca Juga: Kesepakatan AS-Iran Disepakati Mojtaba Khamenei meski Berpandangan Beda
Pelatih Iran Sebut Timnya Paling Dirugikan
Di sisi lain, pembatasan perjalanan tersebut memicu kritik dari kubu Iran.
Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, bahkan menyebut timnya sebagai peserta yang paling dirugikan selama turnamen berlangsung.
Delegasi Iran diketahui meninggalkan Amerika Serikat hanya beberapa jam setelah pertandingan pembuka melawan Selandia Baru pekan lalu.
Laga Grup G tersebut berakhir sekitar pukul 20.00 waktu setempat dan rombongan Iran langsung kembali ke markas mereka di Meksiko.
Kondisi itu memunculkan kritik terhadap kebijakan visa dan protokol perjalanan yang diterapkan oleh Amerika Serikat.
Menurut Ghalenoei, timnya semula berharap dapat bermalam di California setelah pertandingan guna memaksimalkan proses pemulihan fisik pemain.
Namun, protokol yang sama akan kembali diterapkan saat Iran menghadapi Belgia pada Minggu (21/6/2026).
Skuad Iran dijadwalkan tiba di Los Angeles pada Sabtu malam atau sekitar 24 jam sebelum pertandingan dimulai.

[…] AS Tetap Batasi Perjalanan Timnas Iran di Piala Dunia […]