BGN Tetapkan 4 Kelompok Prioritas Baru Penerima MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) memperbarui fokus sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengutamakan kelompok masyarakat yang dinilai paling membutuhkan intervensi pemenuhan gizi.
Kebijakan tersebut dilakukan melalui proses pemutakhiran dan validasi data penerima manfaat secara berkelanjutan agar pelaksanaan program menjadi lebih tepat sasaran.
Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, mengatakan data yang akurat menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan gizi nasional.
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.
Baca Juga: Ditargetkan Prabowo, 800 BUMN yang Merugi Tahun Ini DItutup
Empat Kelompok Prioritas Penerima MBG
Dalam proses refocusing program, BGN menetapkan empat kelompok prioritas penerima manfaat MBG, yaitu:
- Anak-anak di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)
- Ibu hamil
- Ibu menyusui
- Balita
“Data yang akurat sangat penting karena menjadi dasar bagi kami dalam menyusun kebijakan penerima manfaat. Tujuannya adalah memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal,” kata Arum dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari detikHealth, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, BGN terus melakukan pemutakhiran dan validasi data penerima manfaat dengan mengintegrasikan berbagai indikator yang mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan.
Data Jadi Dasar Penentuan Penerima Manfaat
Arum mengatakan terdapat sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas penerima manfaat MBG.
Faktor-faktor tersebut mencakup kondisi ketahanan gizi, tingkat kesejahteraan sosial ekonomi, hingga akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.
“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data. Karena itu, kualitas data terus kami perbaiki agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi,” ujarnya.
Baca Juga: Harga BBM Disebut Prabowo Tak Naik karena Keputusan Presiden
Sebagai bagian dari proses validasi, BGN juga telah melakukan identifikasi dan pemetaan di sejumlah wilayah serta satuan pendidikan.
Hasil pemetaan tersebut akan terus diperbarui seiring masuknya data baru dan hasil verifikasi di lapangan.
Arum menegaskan bahwa refocusing yang dilakukan tidak sekadar menjadi penyesuaian program, tetapi merupakan upaya memastikan setiap kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Refocusing yang kami lakukan bukan semata-mata penyesuaian program, tetapi bagian dari upaya memastikan setiap kebijakan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat. Karena itu, data menjadi fondasi utama dalam seluruh proses pengambilan keputusan,” kata dia.
