Turki Incar Mitra Penuh ASEAN, Bidik Kerja Sama Strategis
Turki semakin aktif memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara melalui upaya memperoleh status Full Dialogue Partner ASEAN. Langkah tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan Forum ASEAN-Turki perdana di Jakarta yang mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, diplomat, serta pakar dari kedua kawasan untuk membahas peluang penguatan kemitraan strategis.
Duta Besar Turki untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Talip Kucukcan, mengatakan forum tersebut mencerminkan komitmen kedua pihak dalam membangun hubungan jangka panjang. Menurutnya, Forum ASEAN-Turki diharapkan berkembang menjadi wadah dialog tingkat tinggi yang diselenggarakan secara berkelanjutan.
Baca Juga : Iran Memanas, IRGC vs Presiden Ancam Negosiasi Damai dengan AS
“Forum ASEAN-Turki merupakan manifestasi nyata dari tekad kelembagaan kami untuk membangun visi strategis bersama dalam jangka panjang. Kami ingin forum ini menjadi mekanisme dialog yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang,” ujar Kucukcan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (1/7/2026).
Presiden Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Tetsuya Watanabe, menilai ASEAN dan Turki memiliki karakter ekonomi yang saling melengkapi. ASEAN dikenal sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi global, sedangkan Turki memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
Menurut Watanabe, kombinasi tersebut berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi, memperkuat ketahanan kawasan, sekaligus menjaga stabilitas di tengah dinamika geopolitik global.
Pandangan serupa disampaikan Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi, Satvinder Singh. Ia menilai hubungan ASEAN dan Turki layak mendapat perhatian lebih besar karena berpotensi menjadi salah satu penopang stabilitas ekonomi dan keamanan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Dalam forum tersebut, peserta juga menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan untuk mempererat hubungan kedua pihak. Salah satunya adalah memperkuat kemitraan kelembagaan dengan mendorong keterlibatan Turki dalam berbagai mekanisme regional, termasuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan peningkatan peran sebagai pengamat pada ASEAN Defence Ministers’ Meeting-Plus (ADMM-Plus).
Selain aspek kelembagaan, sektor energi dan mineral kritis juga menjadi fokus pembahasan. Para peserta mendorong sinergi antara posisi Turki sebagai pusat transit energi internasional dengan pasar energi ASEAN yang terus berkembang melalui transfer teknologi, riset bersama, serta pengembangan industri berbasis mineral strategis.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, forum mengusulkan sejumlah inisiatif digital, antara lain pembentukan Digital Skills Passport berbasis micro-credential, pendirian Digital Workforce Development Center, serta penyelenggaraan Forum Pemuda ASEAN-Turki setiap tahun guna memperkuat kolaborasi dalam pendidikan vokasi dan pengembangan talenta digital.
Baca Juga : AS-Arab Saudi Berselisih Terkait Operasi di Hormuz
Forum ASEAN-Turki menjadi bagian dari perjalanan diplomasi Ankara untuk meningkatkan status kemitraannya dengan ASEAN. Setelah bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) pada 2010, mengakreditasi Kedutaan Besarnya untuk ASEAN pada 2011, serta memperoleh status Sectoral Dialogue Partner pada 2017, Turki secara resmi mengajukan permohonan menjadi Full Dialogue Partner ASEAN pada 2024.
Melalui forum perdana ini, Ankara berharap memperoleh dukungan yang lebih luas terhadap proses tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih erat di bidang perdagangan, energi, keamanan, digitalisasi, dan mineral kritis.
