Analis Ungkap Durasi Dampak MSCI ke Pasar Saham RI
Setelah MSCI mengeluarkan peringatan serius, IHSG dibuka anjlok 6,8% ke level 8.369,48 pada Rabu pagi (28/1/2026). BEI bahkan memberlakukan trading halt 30 menit setelah IHSG sempat jatuh lebih dari 8% pada pukul 13.43 WIB.
Tekanan berlanjut Kamis (29/1/2026). IHSG kembali terkena trading halt usai turun 8% ke level 7.654,66, dengan mayoritas saham melemah dan nilai transaksi menembus Rp10,78 triliun.
Dalam pernyataan terbarunya, MSCI memutuskan untuk sementara membekukan perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia. Keputusan ini diambil atas isu free float, serta aksesibilitas pasar yang dinilai belum memadai.
Meski tekanan terjadi cukup dalam, sejumlah analis menilai koreksi ini bersifat sementara dan lebih dipicu oleh sentimen jangka pendek ketimbang memburuknya fundamental pasar.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penurunan IHSG lebih mencerminkan reaksi pasar atas sentimen negatif dari MSCI. Ia menilai pengalaman sebelumnya menunjukkan tekanan semacam ini biasanya tidak berlangsung lama.
Baca Juga : Purbaya Ancam Potong Anggaran Kemenhub, Imbas Isu Kapal Asing
Menurut Lukman, dampak isu MSCI umumnya hanya bertahan beberapa hari hingga sekitar satu sampai dua minggu, sebelum pasar kembali menemukan keseimbangan.
Pandangan serupa disampaikan Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan. Ia menilai pelemahan IHSG dipicu kepanikan, hingga para investor pasar saham Indonesia mengambil aksi jual besar-besaran.
Ekky menilai investor domestik cenderung bereaksi berlebihan terhadap sentimen negatif. Namun, di sisi lain, kondisi ini justru membuka peluang bagi investor untuk mengakumulasi saham dengan harga lebih rendah.
Sementara itu, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memandang penurunan pasar masih berada dalam batas wajar. Ia memperkirakan koreksi IHSG berada di kisaran 3 hingga 6 persen, dengan dampak dari perubahan perlakuan indeks MSCI telah diperhitungkan.
Namun, ia mengingatkan bahwa tekanan bisa bertambah dalam apabila terjadi penyesuaian arus dana pasif. Dalam kondisi tersebut, IHSG diharapkan mampu bertahan di kisaran level 8.400 hingga 8.700 agar sentimen pasar tetap terjaga.
Berbeda dengan pandangan optimistis tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menilai koreksi berpotensi berlangsung lebih lama apabila regulator tidak segera mengambil langkah perbaikan.
Baca Juga : Purbaya Bocorkan Juda Agung sebagai Calon Wamenkeu, Gantikan Thomas?
Ia menyoroti kekhawatiran MSCI yang berkaitan dengan rendahnya tingkat transparansi kepemilikan saham. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang terjadinya perdagangan terkoordinasi yang berpotensi membuat harga saham menjadi tidak wajar.
Menurut Nicodemus, persoalan ini menyangkut kepercayaan investor global terhadap kelayakan pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh serta sinergi seluruh pemangku kepentingan agar kepercayaan investor dapat dipulihkan.
Ia menegaskan bahwa respons atas isu ini akan menjadi indikator penting bagi perubahan dan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor internasional.

[…] Analis Ungkap Durasi Dampak MSCI ke Pasar Saham RI […]