AS Ancam Tutup Maskapai Iran, Mahan Air Tetap Terbang
Penerbangan komersial Mahan Air dari Teheran tetap mendarat di Guangzhou, China, pada Rabu (23/9/2026), meski pada hari yang sama Amerika Serikat (AS) mulai memberlakukan tekanan baru terhadap maskapai Iran.
Menurut data pelacakan penerbangan, pesawat Mahan Air dengan nomor penerbangan IRM093 tiba di Guangzhou pada pukul 16.39 waktu setempat. Data tersebut berasal dari FlightRadar24 dan dikutip AFP. Penerbangan itu tidak tercantum dalam daftar penerbangan di situs resmi Bandara Internasional Guangzhou Baiyun. AFP juga melaporkan bahwa rute China masih menjadi salah satu tujuan internasional yang tetap dilayani maskapai Iran.
Mahan Air Belum Terima Pemberitahuan Pembatalan
Ketika AFP mendatangi kantor Mahan Air di Shanghai pada Rabu pagi, staf maskapai mengatakan belum menerima pemberitahuan mengenai pembatalan penerbangan.
Mereka bahkan menyebut penjualan tiket untuk penerbangan pada pekan berikutnya masih berlangsung seperti biasa. Maskapai Iran diketahui memiliki sejumlah rute langsung menuju kota-kota di China, termasuk Beijing, Shanghai, dan Guangzhou.
Baca Juga : Tidak Hadir Sidang PBB, Xi Jinping Langsung Temui Trump
Sementara itu, Departemen Keuangan AS belum memberikan tanggapan atas pertanyaan AFP mengenai penerbangan Mahan Air tersebut.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan negara atau perusahaan yang memberikan layanan kepada pesawat Iran dapat terkena sanksi dan berisiko kehilangan akses ke sistem dolar AS.
Dalam wawancara dengan CNBC pada Senin (21/9/2026), Bessent mengatakan seluruh maskapai Iran akan dihentikan operasinya di seluruh dunia mulai 23 September.
“Jika mereka mendarat, Anda tidak dapat menyediakan bahan bakar, Anda tidak dapat menyediakan layanan pendaratan, Anda tidak dapat menjual tiket kepada mereka, atau Anda akan tersingkir dari sistem dolar,” ujarnya.
Peringatan tersebut menyasar bukan hanya maskapai Iran, tetapi juga bandara, perusahaan penyedia bahan bakar, layanan darat, serta perusahaan penjualan tiket yang tetap memberikan layanan kepada maskapai Iran.
Iran Batalkan Sejumlah Penerbangan Internasional
Tekanan AS mulai berdampak pada jaringan penerbangan internasional Iran. Sejumlah penerbangan menuju negara-negara tetangga dibatalkan atau dihentikan setelah sanksi baru mulai berlaku.
Otoritas penerbangan Iran sebelumnya menyatakan penerbangan menuju Baghdad, Irak, dan Muscat, Oman, tidak lagi diterima mulai Rabu. Juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi agar penerbangan menuju Baghdad dapat dialihkan ke Bandara Najaf.
Baca Juga : Di Tengah Ancaman Tarif AS, Indonesia Impor Minyak Rusia
Selain itu, penerbangan Iran menuju Azerbaijan dan Georgia juga mengalami penghentian. AFP melaporkan sejumlah rute lain, termasuk Baghdad, Muscat, Qatar, Georgia, dan Azerbaijan, ikut terdampak, sementara penerbangan ke sejumlah tujuan lain seperti China masih tersedia.
Al Jazeera melaporkan sanksi tersebut merupakan bagian dari kebijakan Washington yang menargetkan jaringan penerbangan Iran. Departemen Keuangan AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah maskapai Iran serta pihak-pihak yang mendukung operasional dan pengadaan sektor penerbangan negara tersebut.
Dengan demikian, meski Washington menyatakan seluruh maskapai Iran akan dihentikan secara global, pelaksanaannya di lapangan masih menunjukkan perbedaan antarnegara. Penerbangan Mahan Air ke Guangzhou yang tetap berlangsung menjadi salah satu contohnya.
