AS-Iran Bertemu Lagi, Damai Permanen Masih Buntu
Amerika Serikat (AS) dan Iran menyelesaikan putaran terbaru perundingan tidak langsung di Doha, Qatar, pada Rabu (1/7/2026) waktu setempat. Meski dialog kembali digelar, belum ada indikasi tercapainya kemajuan signifikan menuju kesepakatan damai permanen antara kedua negara.
Dikutip dari Reuters, perundingan selama dua hari tersebut justru kembali membahas isu-isu yang sebelumnya disebut telah disepakati dalam kesepakatan sementara yang diumumkan dua pekan lalu.
Berdasarkan sumber yang mengetahui jalannya pembicaraan, delegasi kedua negara memusatkan perhatian pada pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz serta pencairan dana milik Iran yang selama ini dibekukan. Kedua isu tersebut merupakan bagian penting dari kesepakatan awal yang telah diumumkan sebelumnya.
Baca Juga : Tokopedia PHK Karyawan Besar-besaran, Apa Dampaknya?
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan putaran perundingan berikutnya baru akan dilaksanakan setelah prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli.
Melalui unggahan di platform X, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan bahwa pembicaraan di Doha menghasilkan perkembangan yang dinilai positif. Menurutnya, terdapat kemajuan dalam sejumlah poin yang tercantum dalam nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang mengakhiri konflik pada Juni lalu.
Pemerintah Qatar juga menjelaskan bahwa delegasi AS dan Iran tidak bertemu secara langsung. Kedua pihak melakukan pertemuan terpisah dengan mediator dari Qatar dan Pakistan sebagai kelanjutan dari pembahasan tingkat tinggi yang sebelumnya berlangsung di Swiss.
Ketua delegasi Iran sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa rangkaian perundingan telah selesai dilaksanakan. Namun, baik Teheran maupun Washington belum memberikan penjelasan mengenai sejauh mana perbedaan di antara kedua pihak berhasil dipersempit.
Sementara itu, seorang sumber yang mengetahui jalannya negosiasi mengungkapkan bahwa utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, tidak menghadiri sesi perundingan teknis tersebut.
Trump Klaim Ada Kemajuan soal Nuklir
Di Washington, Presiden AS Donald Trump menyatakan optimistis terhadap perkembangan hubungan dengan Iran. Ia menilai pembahasan mengenai program nuklir Teheran menunjukkan arah yang positif.
Baca Juga : Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Kerja Sama Baru!
“Proses denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik, dan kita akan lihat hasilnya,” ujar Trump kepada wartawan.
Namun, menurut sumber-sumber yang mengikuti proses negosiasi, isu program nuklir sama sekali tidak menjadi pembahasan dalam pertemuan teknis di Doha.
Wakil Presiden AS J.D. Vance juga mengisyaratkan bahwa pembahasan mengenai nuklir baru akan dilakukan pada tahap negosiasi berikutnya.
“Jelas, kami khawatir tentang isu nuklir, kami akan mulai membicarakan hal itu,” kata Vance kepada wartawan.
Meski dialog terus berlanjut, belum adanya kesepakatan mengenai isu-isu mendasar menunjukkan jalan menuju perdamaian permanen antara AS dan Iran masih menghadapi tantangan yang tidak ringan.

[…] AS-Iran Bertemu Lagi, Damai Permanen Masih Buntu […]