Rusia Impor Bensin dari India, Krisis BBM Makin Parah
Rusia mulai mengimpor bensin melalui jalur laut dari India sebagai langkah untuk mengatasi krisis pasokan bahan bakar yang terjadi di berbagai wilayah negara tersebut. Gangguan pasokan dipicu oleh serangan drone Ukraina yang menargetkan kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia.
Mengutip Reuters, dua sumber industri pada Rabu (1/7/2026) mengungkapkan bahwa pengiriman bensin dari India ke Rusia telah dimulai. Langkah ini ditempuh setelah serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak menghambat produksi sekaligus distribusi bahan bakar di dalam negeri.
Krisis tersebut kini dirasakan di berbagai wilayah Rusia yang membentang di 11 zona waktu. Dampaknya terlihat dari pembatasan pembelian bahan bakar, antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), hingga lonjakan harga bensin yang mencapai rekor tertinggi.
Baca Juga : Zulhas Buka Suara Jawab Kritik Kopdes di Pesisir dan Gunung, Ini Fungsinya
Pada Selasa, Kremlin juga mengonfirmasi bahwa pemerintah Rusia tengah berdiskusi dengan sejumlah negara untuk mencari pasokan bahan bakar impor dengan harga yang dinilai kompetitif.
Salah satu sumber industri menyebut sekitar 60.000 metrik ton bensin telah dikirim dari India menuju Rusia.
Sementara itu, sumber lain mengatakan terdapat dua kapal tanker yang masing-masing membawa sekitar 30.000 hingga 40.000 ton bensin untuk memenuhi kebutuhan pasar Rusia.
Di sisi lain, sumber ketiga mengungkapkan pemerintah Rusia menargetkan impor sekitar 400.000 ton bensin setiap bulan dari sejumlah negara, termasuk Belarus yang selama ini telah menjadi pemasok bahan bakar melalui jalur darat.
Selain India, Belarus juga meningkatkan ekspor bensin ke Rusia secara signifikan.
Berdasarkan perhitungan Reuters dan sumber industri, pengiriman bensin melalui jalur kereta api dari Belarus ke Rusia selama paruh pertama Juni meningkat hampir tiga kali lipat menjadi lebih dari 70.000 ton, dibandingkan periode yang sama pada paruh pertama Mei.
Peningkatan impor dilakukan karena konsumsi bensin di Rusia melonjak pada musim panas. Permintaan harian diperkirakan mencapai sedikitnya 110.000 ton per hari.
Hingga kini belum diketahui kilang minyak India mana yang menjadi pemasok bensin untuk Rusia.
Putin Akui Serangan Drone Ganggu Pasokan
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengakui bahwa serangan drone Ukraina terhadap kilang minyak telah menyebabkan gangguan distribusi bahan bakar di sejumlah wilayah.
Dalam rapat bersama para menteri dan pejabat pemerintah pada Minggu, Putin menyatakan pemerintah masih mampu menangani dampak kekurangan pasokan tersebut meski serangan terus berlanjut.
Sebagai bagian dari upaya mengatasi krisis, parlemen Rusia pekan lalu menyetujui perubahan undang-undang perpajakan yang memungkinkan pemerintah memberikan subsidi terhadap impor bahan bakar. Besaran subsidi akan disesuaikan dengan biaya pengiriman dan harga pasokan, termasuk impor dari India.
Baca Juga : Aset Negara Tembus Puluhan Triliun, Ini Kata Menkeu
Di tengah krisis tersebut, hubungan energi Rusia dan India justru semakin kuat.
Data pelacakan kapal dari LSEG dan Kpler menunjukkan impor minyak mentah India dari Rusia mencapai rekor tertinggi sepanjang Juni. Peningkatan pembelian dilakukan untuk mengurangi dampak gangguan pasokan global setelah penutupan Selat Hormuz.
Berdasarkan data Kpler, minyak asal Rusia menyumbang lebih dari 50% total impor minyak India pada Juni, naik dibandingkan 36,5% pada Mei.
Sementara itu, data awal Kpler dan LSEG menunjukkan India, yang merupakan importir minyak terbesar ketiga di dunia, menerima sekitar 2,70 juta barel minyak Rusia per hari sepanjang Juni.
