AS Resmi Serang Iran, Selat Hormuz Memanas
Militer Amerika Serikat resmi mengkonfirmasi serangan terhadap Iran pada Selasa (26/5/2026). Komando Pusat AS atau US Central Command menyebut pasukannya menyerang situs rudal di Iran selatan serta kapal-kapal yang diduga mencoba memasang ranjau di kawasan yang diyakini berada di Selat Hormuz.
Juru bicara US Central Command, Tim Hawkins, mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai bentuk “pertahanan diri” untuk melindungi pasukan AS dari ancaman militer Iran.
Baca Juga : Pemerintah Bantah Larangan Penggunaan Pertalite Mulai 1 Juni
“Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” kata Hawkins dalam pernyataan resmi.
Meski begitu, pihak Pentagon belum memberikan rincian lebih lanjut terkait target maupun skala serangan tersebut. Presiden Donald Trump juga belum mengeluarkan pernyataan tambahan terkait operasi militer itu.
Serangan terjadi hanya beberapa jam sebelum rencana pertemuan lanjutan negosiasi damai antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Qatar.
Iran Sebut Tiga Pelaut Tewas
Sebelumnya, media Iran melaporkan jet tempur AS menyerang kapal dan pelabuhan Iran di wilayah selatan negara tersebut. Ledakan dilaporkan terdengar di sekitar Bandar Abbas pada Senin waktu setempat.
Media Iran SNN menyebut serangan terhadap kapal Iran terjadi di selatan Pulau Larak, kawasan sempit Selat Hormuz yang kini masih berada dalam situasi blokade ganda antara AS dan Iran.
“Setidaknya tiga pelaut Iran tewas,” lapor SNN seperti dikutip RT.
Selain itu, serangkaian ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas yang merupakan lokasi pangkalan angkatan laut utama Iran.
Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas
Ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir di tengah konflik berkepanjangan antara Washington dan Teheran.
Sebelumnya, militer AS sempat memperingatkan akan melakukan intervensi jika Iran menyerang kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut. Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia karena dilalui sebagian besar pengiriman minyak global.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon terkait laporan serangan terhadap pelabuhan Iran maupun jumlah korban secara keseluruhan.
Baca Juga : 1.152 Dapur Masih Disetop, BGN Tindak Ribuan SPPG
