AS-RI Teken Pakta Kerja Sama Pertahanan, Ini 3 Poin Intinya
Amerika Serikat dan Indonesia mengumumkan pembentukan pakta kerja sama pertahanan baru yang disebut sebagai langkah untuk memperluas hubungan militer bilateral sekaligus menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Dalam pernyataan bersama antara Departemen Pertahanan AS dan Kementerian Pertahanan Indonesia, kedua negara menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Baca Juga: Investor Kakap di AS Ditemui Purbaya, Siapa Saja?
“Kedua negara saling mengakui sebagai mitra penting dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kerja sama berdasarkan rasa saling menghormati, kedaulatan, dan kepentingan bersama dalam perdamaian dan stabilitas regional,” bunyi pernyataan tersebut.
Pakta ini mencakup tiga pilar utama, yakni modernisasi militer dan peningkatan kapasitas, pelatihan serta pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional.
Pertemuan antara Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon menjadi momentum penting dalam kesepakatan ini.
Juru bicara utama Pentagon Sean Parnell turut menyampaikan pernyataan resmi terkait kerja sama tersebut.
“Menteri Perang Pete Hegseth bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin hari ini di Pentagon, di mana kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral AS-Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama. Kemitraan baru ini akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan kolaborasi operasional, bermitra dalam modernisasi pertahanan, dan meningkatkan pelatihan dan interoperabilitas. Selama pertemuan tersebut, Menteri Hegseth memuji Indonesia atas partisipasinya dalam Board of Peace dan peran kepemimpinannya dalam International Stabilization Force. Para pemimpin menegaskan kembali hubungan pertahanan yang vital dan terus berkembang serta membahas berbagai tujuan bersama, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional. Kedua pemimpin berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral dan multilateral, seperti SUPER GARUDA SHIELD, untuk memperkuat kemampuan kolektif dan mempromosikan Perdamaian melalui Kekuatan.”
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat interoperabilitas militer kedua negara sekaligus meningkatkan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.
Baca Juga: Soal Isu Pengadaan Laptop-Kaos Kaki Rp4 T, Kepala BGN Tegaskan Tidak Benar

[…] AS-RI Teken Pakta Kerja Sama Pertahanan, Ini 3 Poin Intinya […]