Di Hadapan Purbaya dan Bos BI, IMF Puji RI sebagai Titik Terang Dunia
Indonesia kembali disebut sebagai salah satu titik terang atau bright spot dalam perekonomian global di tengah meningkatnya ketidakpastian dunia.
Penilaian ini muncul karena fundamental ekonomi yang dinilai kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang tetap terjaga.
Apresiasi tersebut juga datang dari International Monetary Fund (IMF) dan investor global yang menilai Indonesia konsisten menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta perwakilan DPR dalam agenda IMF Spring Meetings pada 14 April 2026.
Baca Juga: AS-RI Teken Pakta Kerja sama Pertahanan, Apa Poin Intinya?
Fundamental kuat dan kebijakan kredibel
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono menyatakan bahwa Indonesia tetap berada pada jalur ekonomi yang tepat meski menghadapi tekanan global.
“Dalam rangkaian IMF Spring Meetings tersebut, Bank Indonesia melanjutkan outreach dengan para investor global untuk menekankan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat dan terkelola dengan baik di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” kata Anton.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid, didukung oleh kuatnya permintaan domestik, inflasi yang terkendali, serta pemulihan intermediasi perbankan.
Selain itu, Bank Indonesia juga mengedepankan bauran kebijakan yang tidak lagi konvensional, melainkan terintegrasi dan adaptif.
Kebijakan tersebut mengombinasikan stabilitas moneter, kebijakan makroprudensial yang mendukung pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran guna mendorong digitalisasi ekonomi.
Baca Juga: Ini Respons Bahlil soal Rusia Siap Pasok Minyak-LPG ke RI
Transformasi ekonomi dan kepercayaan investor
Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya menjaga stabilitas melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur, serta penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik.
Di sisi lain, sinergi dengan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), dinilai memperkuat kredibilitas kebijakan nasional.
Dalam jangka menengah, Indonesia juga terus mendorong transformasi struktural menuju ekonomi bernilai tambah lebih tinggi melalui hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi.
“Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global,” ujar Anton.

[…] Di Hadapan Purbaya dan Bos BI, IMF Puji RI sebagai Titik Terang Dunia […]