AS Tuding Iran Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menuding Iran berada di balik meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Menurut dia, kelompok yang berbasis di Yaman itu telah “diperdaya” untuk terlibat lebih jauh dalam konflik kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rubio saat menghadiri pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila, Filipina, sebagaimana dilaporkan AFP, Kamis (23/7/2026).
Komentar itu muncul setelah Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi.
Kelompok tersebut menuduh kedua kapal melanggar blokade laut yang mereka berlakukan di perairan Laut Merah.
Baca Juga: Hubungan dengan Malaysia Didesak Ditinjau AS, Ada Apa?
“Sebenarnya kelompok Houthi sebagian besar bersikap cerdas dan tidak terlibat dalam semua ini selama konflik berlangsung, namun kini mereka tampaknya telah diperdaya untuk ikut terlibat, dengan menargetkan Arab Saudi dan kapal-kapal mereka,” terang Rubio.
Ia berharap situasi tidak semakin memburuk dan menyerukan agar ketegangan segera diturunkan.
“Saya berharap mereka akan melakukan deeskalasi, karena saya pikir Houthi, terus terang, telah diperdaya oleh pihak Iran untuk terlibat dalam masalah ini,” kata dia.
Houthi Klaim Serang Dua Kapal Tanker Saudi
Dalam pernyataannya, Houthi mengaku menyerang dua kapal tanker Saudi yang diidentifikasi sebagai ENCELIA dan LAYLA. Kelompok itu menilai kedua kapal telah melanggar blokade laut yang mereka tetapkan.
Houthi menyebut serangan dilakukan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak atau drone.
Blokade laut terhadap Arab Saudi diumumkan pada Senin (20/7/2026). Saat itu, Houthi memperingatkan seluruh kapal agar tidak melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan Saudi.
Jika peringatan diabaikan, kapal-kapal tersebut disebut akan menjadi sasaran serangan.
Baca Juga: Jika Diblokade AS, Iran Ancam Setop Ekspor Minyak Kawasan
Serangan Dinilai Tingkatkan Risiko Pasokan Energi
Aksi Houthi dinilai berpotensi membuka babak baru konflik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat seiring kembali memanasnya hubungan antara AS dan Iran.
Selain itu, serangan terhadap kapal di Laut Merah juga memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu pasokan energi global serta aktivitas perdagangan di luar kawasan Teluk.
Sementara itu, kantor berita Saudi Press Agency (SPA), mengutip sumber dari Otoritas Transportasi Umum Arab Saudi, melaporkan bahwa sebuah kapal milik perusahaan Saudi diserang saat berlayar di Laut Merah hingga mengalami kebakaran.
Meski demikian, seluruh awak kapal dipastikan selamat. Pihak berwenang Saudi belum menyebut secara rinci pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
