Bahas Negosiasi Nuklir AS-Iran, Netanyahu bakal Temui Trump
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan rencana pertemuan langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di Washington pada pekan ini. Pertemuan tersebut akan membahas perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang sedang berlangsung.
Agenda pertemuan dijadwalkan berlangsung pada 11 Februari, tidak lama setelah dimulainya pembicaraan tidak langsung antara utusan Trump dan Menteri Luar Negeri Iran di Oman. Pemerintahan Trump menyatakan bahwa fokus utama perundingan tersebut adalah upaya membatasi program nuklir Iran.
Sebelumnya, Israel dengan dukungan militer AS pernah melancarkan serangan terhadap sejumlah situs nuklir Iran dalam konflik yang berlangsung selama 12 hari pada Juni lalu. Hingga saat ini, Israel terus mendorong langkah-langkah lebih tegas untuk memastikan Iran tidak mengembangkan kemampuan yang dianggap dapat mengancam keamanan negaranya.
Baca Juga : Perundingan AS-Iran Berlangsung Positif, Pertemuan Selanjutnya Dijadwalkan
Dalam keterangannya kepada wartawan di pesawat Air Force One pada Jumat (6/2) malam, Trump menyebut bahwa kesepakatan dengan Iran yang hanya berfokus pada isu nuklir masih dapat diterima oleh pihaknya.
Namun, Israel memandang proses diplomasi yang tengah berjalan sebagai peluang untuk mendorong langkah lebih luas terhadap Iran. Menurut Tel Aviv, negosiasi seharusnya tidak hanya membahas isu nuklir, tetapi juga mencakup pembatasan kemampuan militer Iran secara menyeluruh, termasuk rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.
“Perdana Menteri percaya bahwa negosiasi apapun harus mencakup pembatasan rudal balistik dan penghentian dukungan terhadap poros Iran,” demikian pernyataan kantor Netanyahu pada hari Sabtu (7/2) saat mengumumkan rencana pertemuan tersebut.
Rencana pertemuan ini tergolong mendadak, mengingat sebelumnya sejumlah media Israel memperkirakan Netanyahu baru akan berkunjung ke Washington pada akhir bulan untuk agenda lain.
Istilah “poros Iran” yang disebut Netanyahu merujuk pada jaringan kelompok sekutu Iran di Timur Tengah. Di antaranya adalah Hamas di Palestina yang terlibat konflik panjang dengan Israel di Gaza, Hizbullah di Lebanon, kelompok Houthi di Yaman, serta milisi Syiah di Irak.
Di sisi lain, Trump tetap menunjukkan optimisme terhadap jalannya diplomasi dengan Tehran. Ia menilai putaran pertama pembicaraan tidak langsung dengan Iran berlangsung positif dan akan dilanjutkan dalam waktu dekat.
Baca Juga : Iran Klaim Ada Kemajuan, Setelah Perundingan dengan AS
“Iran sepertinya sangat ingin membuat kesepakatan. Kita harus lihat seperti apa kesepakatannya nanti, tapi menurut saya Iran sangat ingin mencapainya, dan memang seharusnya begitu,” ujar Trump.
Sebelumnya, pada Juni lalu Iran meluncurkan ratusan rudal balistik ke wilayah Israel. Pemerintah Israel menilai serangan jarak jauh tersebut sebagai ancaman serius, karena berpotensi menembus sistem pertahanan udara mereka dan menimbulkan dampak besar terhadap keamanan nasional.

[…] Bahas Negosiasi Nuklir AS-Iran, Netanyahu bakal Temui Trump […]