Trump Nilai Perundingan AS-Iran Positif, Berlanjut Pekan Depan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Oman di Ibu Kota Muscat berlangsung sangat baik. Ia juga menyebut akan ada pertemuan lanjutan pada awal pekan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di pesawat Air Force One.
“Iran sepertinya sangat ingin mencapai kesepakatan. Kita harus lihat seperti apa kesepakatannya nanti, tapi menurut saya mereka sangat menginginkannya, dan memang seharusnya begitu,” ujar Trump dalam perjalanan menuju kediamannya di Palm Beach.
Pemerintah Iran mengkonfirmasi telah sepakat dengan AS untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung tersebut. Tujuannya adalah meredam ketegangan dan menghindari kemungkinan terjadinya perang. Menurut pihak Iran, hari pertama pertemuan berjalan dengan sangat baik.
Baca Juga : Purbaya Setujui Bebaskan Cukai Bioetanol, Bereskan Masalah Pertamina
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa pertemuan ini masih berada pada tahap awal, namun telah menunjukkan hasil positif. Pernyataan itu ia sampaikan kepada stasiun televisi negara setelah sesi perundingan selesai.
“Saya pikir kedua pihak bisa mencapai kerangka kesepakatan untuk perundingan selanjutnya jika proses ini terus berjalan dengan semangat yang sama,” kata Araghchi.
Pemerintah Iran mengkonfirmasi telah sepakat dengan AS untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung tersebut. Tujuannya adalah meredam ketegangan dan menghindari kemungkinan terjadinya perang. Menurut pihak Iran, hari pertama pertemuan berjalan dengan sangat baik.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa pertemuan ini masih berada pada tahap awal, namun telah menunjukkan hasil positif. Pernyataan itu ia sampaikan kepada stasiun televisi negara setelah sesi perundingan selesai.
“Subjek pembicaraan kami sepenuhnya soal nuklir, dan kami tidak mendiskusikan masalah lain dengan pihak Amerika,” tegas Araghchi dalam wawancara dengan televisi negara, IRIB.
Perundingan tersebut difasilitasi oleh Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, yang mengadakan sejumlah pertemuan terpisah dengan delegasi Iran yang dipimpin Araghchi serta tim AS yang terdiri dari utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner.
Menurut laporan kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), prioritas utama Iran dalam perundingan ini adalah adanya itikad baik dan keseriusan dari pihak lain. Araghchi juga menyampaikan bahwa Iran telah menyiapkan rencana awal untuk mengelola situasi saat ini sekaligus memajukan proses negosiasi.
Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, sejumlah operator kapal supertanker dilaporkan meningkatkan kecepatan pelayaran mereka saat melintasi Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan karena kekhawatiran terhadap potensi risiko keamanan di jalur strategis tersebut, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.
Pada hari yang sama, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan sanksi baru terhadap 15 entitas, dua individu, serta lebih dari belasan kapal yang disebut sebagai “shadow fleet” atau kapal-kapal yang digunakan secara tersembunyi atau tidak resmi, karena terlibat dalam pengiriman minyak Iran secara ilegal. Langkah ini menunjukkan bahwa Gedung Putih tetap menekan Iran meskipun perundingan sedang berlangsung.
Baca Juga : Buntut Rating Moody’s, Danantara Diminta Buka Arah Investasi RI
“Alih-alih berinvestasi untuk kesejahteraan rakyatnya dan infrastruktur yang semakin rusak, rezim Iran terus mendanai aktivitas destabilisasi di seluruh dunia serta meningkatkan represi di dalam negeri,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott dalam pernyataan resminya.
Tommy menegaskan, bahwa pemerintahan AS berkomitmen untuk menekan ekspor minyak dan petrokimia ilegal rezim Iran melalui kampanye tekanan maksimum.
Sementara itu, Iran pada Kamis lalu menyita dua kapal tanker minyak kecil di Teluk Persia yang diduga terlibat dalam penyelundupan bahan bakar. Televisi negara melaporkan bahwa otoritas menemukan sekitar 6.300 barel bahan bakar ilegal di dalam kapal-kapal tersebut, meski tidak mengungkap identitasnya. Operasi semacam ini sering dilakukan Iran sebagai bagian dari upaya memerangi penyelundupan.
Trump sebelumnya mengancam akan melakukan serangan militer terhadap Tehran jika tidak tercapai kesepakatan. Di sisi lain, Iran memperingatkan bahwa serangan apa pun akan memicu perang regional yang melibatkan Israel dan AS.
Pada Jumat, pemerintah AS juga mengimbau warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara itu atau menyiapkan persediaan makanan dan air jika tidak memungkinkan untuk pergi. Hingga kini belum diketahui secara pasti berapa jumlah warga Amerika yang masih berada di Iran, namun diperkirakan tidak banyak.
Fokus utama Trump yang awalnya menekankan perlindungan terhadap para demonstran anti-pemerintah di Iran pada akhir tahun lalu kini berkembang menjadi upaya mencapai kesepakatan yang lebih luas. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membatasi program nuklir dan rudal balistik Iran.
Meski demikian, banyak analis meragukan bahwa kedua negara dapat benar-benar mencapai kesepakatan final.
“Meski ada sejumlah kemajuan diplomatik, serangan AS terhadap Iran tetap berpeluang terjadi,” tulis analis Eurasia Group Gregory Brew dan Henning Gloystein dalam catatan kepada klien pada Kamis.
Dalam catatan tersebut juga disebutkan, kecenderungan Trump untuk mengambil langkah yang cepat dan tegas tanpa terikat pada operasi jangka panjang menunjukkan bahwa jika terjadi serangan AS ke Iran, serangan tersebut kemungkinan akan dilakukan secara besar-besaran namun dalam waktu yang singkat.
“Situasi ini terlihat lebih mendekati tahap akhir ketimbang sekadar siklus negosiasi rutin,” kata Chief Investment Officer Amtelon Capital Maciej Wojtal dalam catatan pada Jumat (6/2), dan menambahkan bahwa AS kemungkinan menolak jadwal perundingan yang terbuka tanpa batas waktu.
Baca Juga : Gelombang PHK AS Meledak, Tertinggi Sejak Krisis 2009
Menurut Wojtal, bentuk peningkatan tekanan terhadap Iran dapat berupa serangan militer terbatas yang menargetkan fasilitas rudal Garda Revolusi, hingga langkah pencegatan kapal-kapal yang mengangkut minyak Iran menuju China.
Sebelumnya, sebagian besar program nuklir Iran mengalami kerusakan pada Juni lalu akibat serangan udara Israel dan sejumlah operasi rahasia di dalam negeri tersebut. AS yang sempat melakukan perundingan dengan Iran sebelum konflik meningkat, kemudian turut terlibat dengan menjatuhkan bom penghancur bunker ke beberapa fasilitas utama Iran yang digunakan untuk meningkatkan kualitas uranium.

[…] Trump Nilai Perundingan AS-Iran Positif, Berlanjut Pekan Depan […]