Bahlil Ungkap Nasib Harga Pertamax, BBM Subsidi Aman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax akan terus mengikuti perkembangan harga minyak mentah global dan Indonesian Crude Price (ICP).
Dengan demikian, perubahan harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dunia. Ketika harga minyak turun, harga BBM nonsubsidi berpotensi ikut terkoreksi. Sebaliknya, kenaikan harga minyak global dapat mendorong harga BBM nonsubsidi meningkat.
“Menyangkut BBM nonsubsidi, harganya memang mengikuti harga pasar dunia, ICP. Jika harga dunia turun, harga BBM nonsubsidi secara otomatis terkoreksi. Namun, jika harga dunia naik, harganya pasti ikut naik,” ujar Bahlil kepada awak media di Istana Negara, Senin (3/8/2026).
Baca Juga : Prabowo Ungkap Korsel Minta Jembatani Dialog dengan Korut
Bahlil menambahkan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak hanya dilakukan PT Pertamina, tetapi juga badan usaha swasta yang bergerak dalam penjualan BBM.
Mengenai arah harga BBM nonsubsidi ke depan, Bahlil mengatakan pergerakannya masih sangat bergantung pada situasi geopolitik dunia. Kondisi global dapat memengaruhi harga minyak mentah yang kemudian berdampak pada harga BBM di dalam negeri.
“Ya tergantung kondisi geopolitik dunia. Tapi yang penting gini lho. Yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik,” kata dia.
Bahlil memastikan pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Yang paling penting adalah BBM subsidi tidak akan naik. BBM subsidi menguasai 80% dari total konsumsi BBM nasional, sedangkan BBM nonsubsidi hanya 20%,” kata Bahlil.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan alasan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Salah satunya adalah Pertamax atau BBM RON 92 yang mengalami penurunan harga menjadi Rp15.950 per liter.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan serta arahan pemerintah. Faktor daya beli masyarakat dan ketersediaan pasokan BBM nasional juga menjadi pertimbangan.
“Mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” ujar Kitty dalam siaran pers, Sabtu (1/8/2026).
Dalam penetapan harga BBM nonsubsidi, terdapat sejumlah komponen yang diperhitungkan. Di antaranya rata-rata harga BBM di pasar Singapura atau MOPS, nilai tukar rupiah selama periode evaluasi, biaya penyimpanan dan distribusi, margin badan usaha, serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor.
Baca Juga : RI Deflasi 0,14% di Juli 2026, Ini Penyebabnya!
Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax turun Rp300 dari sebelumnya Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter.
Harga Pertamax Turbo juga mengalami penurunan Rp1.000 menjadi Rp18.300 per liter dari sebelumnya Rp19.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 turun Rp400 menjadi Rp16.600 per liter dari sebelumnya Rp17.000 per liter.
Untuk BBM diesel nonsubsidi, harga Pertamina Dex dan Dexlite tidak mengalami perubahan.
Daftar Harga BBM Pertamina 1 Agustus 2026
- Pertamax Turbo: Rp18.300/liter, turun Rp1.000
- Pertamax Green 95: Rp16.600/liter, turun Rp400
- Pertamax (RON 92): Rp15.950/liter, turun Rp300
- Pertamina Dex: Rp21.150/liter, tetap
- Dexlite: Rp19.700/liter, tetap
