BEI: IHSG Cetak Rekor Tertinggi 24 Kali Sepanjang 2025, Investor Tembus 20 Juta
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berulang kali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH), dengan total 24 kali dalam satu tahun.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, rekor ATH terakhir terjadi pada Senin, 8 Desember 2025, saat IHSG mencapai level 8.710,69. Pada waktu yang sama, nilai kapitalisasi pasar bursa juga mencetak sejarah dengan menembus Rp16 ribu triliun.
“All Time High kita tercapai di 8 Desember 2025 dengan nilai 8.711, market cap kita tembus Rp16 ribu triliun. Berapa kali all time high selama setahun ini, ada 24 kali,” kata Iman dikutip pada Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Investor Full Senyum! Ini Daftar 8 Emiten yang Guyur Dividen di Januari 2026 – Economix
Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja sama BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta self-regulatory organization (SRO), yang didukung oleh kondisi ekonomi domestik dan global yang relatif stabil. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Pertumbuhan pasar modal juga terlihat dari jumlah perusahaan yang tercatat di bursa. Hingga akhir 2025, terdapat 956 emiten dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp278 triliun. Dari jumlah tersebut, 26 perusahaan baru melantai di bursa dan menghimpun dana sebesar Rp28 triliun, termasuk enam emiten kategori lighthouse atau mercusuar.
Dari sisi investor, jumlah partisipan pasar terus bertambah dan telah menembus 20 juta orang. Dari total tersebut, lebih dari 900 ribu investor tercatat aktif bertransaksi setiap bulan, sementara lebih dari 250 ribu investor aktif melakukan transaksi harian.
Adapun berdasarkan data perdagangan Selasa, 30 Desember 2025 pukul 14.07 WIB, IHSG berada di level 8.636,18. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1.559,95 poin atau tumbuh 22,03 persen secara year to date (ytd) dibandingkan posisi awal 2025 di level 7.079,91.
Baca Juga: Mengenal January Effect, Fenomena Saham yang Dinanti Investor – Economix
