Blokade Dimulai, AS Turunkan 10.000 Tentara ke Iran
Militer Amerika Serikat mengerahkan lebih dari 10.000 personel dalam operasi blokade terhadap pelabuhan Iran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menutup akses maritim menuju dan keluar dari wilayah pelabuhan Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom, menjelaskan bahwa ribuan personel tersebut berasal dari berbagai matra militer, termasuk Angkatan Laut, Marinir, serta Angkatan Udara. Operasi blokade diberlakukan terhadap seluruh lalu lintas kapal yang menuju maupun meninggalkan pelabuhan Iran sejak Senin (13/4/2026).
Baca Juga : Biaya Haji Turun Rp 7 Juta dalam Dua Tahun!
Selain pengerahan personel, Centcom juga mengirimkan sejumlah kapal perang dan pesawat tempur untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut.
“Lebih dari 10.000 anggota Angkatan Laut, Marinir, dan Angkatan Udara AS, bersama dengan lebih dari belasan kapal perang dan puluhan pesawat terbang, sedang melaksanakan misi untuk memblokade kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran,” bunyi pernyataan Centcom dikutip dari The Times of Israel, Selasa (14/4/2026).
AS Klaim Tidak Ada Kapal Lolos dalam 24 Jam Pertama
Centcom menyatakan bahwa dalam tahap awal pelaksanaan operasi, tidak ada kapal yang berhasil menembus blokade pada hari pertama.
“Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS, dan enam kapal dagang mematuhi perintah pasukan AS untuk berbalik arah dan kembali masuk ke pelabuhan Iran di Teluk Oman,” terang Centcom dilansir dari Al Arabiya, Selasa (14/4/2026).
Menurut pihak militer AS, kebijakan blokade diterapkan secara menyeluruh terhadap kapal dari berbagai negara yang hendak memasuki atau meninggalkan wilayah pelabuhan Iran. Langkah tersebut mencakup seluruh pelabuhan Iran yang berada di kawasan Teluk Arab serta Teluk Oman.
Meski demikian, pihak militer AS menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap menjamin kebebasan navigasi bagi kapal yang tidak menuju pelabuhan Iran.
“Pasukan AS mendukung kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran,” kata Centcom.
Terlepas dari klaim tersebut, data pelacakan dari penyedia informasi maritim menunjukkan bahwa sejumlah kapal yang berkaitan dengan Iran masih tercatat berhasil melintasi Selat Hormuz.
China Nilai Blokade AS Berbahaya dan Tidak Bertanggung Jawab
Pemerintah China menilai kebijakan blokade yang dilakukan AS terhadap pelabuhan Iran sebagai tindakan berisiko tinggi dan tidak bertanggung jawab.
Melalui Kementerian Luar Negeri China, Beijing menyatakan bahwa langkah Washington berpotensi merusak kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung serta meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.
Juru bicara kementerian tersebut, Guo Jiakun, menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk menurunkan ketegangan adalah dengan menghentikan konflik secara menyeluruh.
Ia juga menyebut bahwa pemerintah China akan terus berupaya mendukung pemulihan stabilitas di kawasan Timur Tengah, serta membantah laporan yang menyebut China memasok senjata kepada Iran. Menurutnya, informasi tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.
Baca Juga : China Beri Kecaman Tindakan Blokade AS di Laut Iran!
“China meyakini bahwa hanya dengan mencapai gencatan senjata menyeluruh dan mengakhiri perang, kita dapat secara mendasar menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk meredakan ketegangan di Selat tersebut,” terang dikutip dari CNBC, Selasa (15/4/2026).
“China mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata, berfokus pada arah umum dialog dan perundingan damai, mengambil langkah-langkah konkret untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut, serta memulihkan lalu lintas normal di selat tersebut sesegera mungkin,” sambungnya.

[…] Blokade Dimulai, AS Turunkan 10.000 Tentara ke Iran […]
[…] Baca Juga : Blokade AS di Laut Iran Turunkan 10.000 Tentara […]