Boikot Produk AS di Kanada Bikin Supermarket Berubah
Gelombang boikot produk Amerika Serikat (AS) di Kanada semakin meluas dan mulai mengubah cara supermarket mengelola produk yang mereka jual.
Para peritel memperketat pelabelan negara asal produk untuk memastikan konsumen dapat mengetahui barang yang berasal dari Kanada maupun AS.
Pemilik toko juga mulai mencari pemasok dari negara lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk AS.
Di Ontario, kepala jaringan pasar independen Vince’s Market, Giancarlo Trimarchi, bahkan menggunakan media sosial untuk meyakinkan konsumen bahwa sebagian besar produk segar di tokonya berasal dari Kanada.
Langkah itu dilakukan setelah tokonya menerima banyak email dan komentar dari konsumen yang memprotes keberadaan produk AS.
Perubahan tersebut terjadi di tengah perang dagang antara Kanada dan AS yang dipicu kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Usai Pemilu AS, Trumo Prediksi Perang Iran Berakhir
Gerakan boikot yang telah muncul sejak tahun lalu semakin kuat setelah perundingan perdagangan menemui jalan buntu dan Trump meneken perintah eksekutif untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika atau Lake America.
“Situasinya jauh lebih agresif kali ini dibandingkan tahun lalu,” ungkap Trimarchi dalam sebuah wawancara.
Empat gerai miliknya di Greater Toronto Area kini berupaya menyediakan hingga 90 persen produk lokal.
Ia juga mengalihkan pasokan stroberi ke Quebec dan mengurangi anggaran iklan untuk menutupi kenaikan biaya operasional akibat perubahan rantai pasokan, dikutip dari Reuters, Minggu (13/9/2026).
“Dulu kami selalu dihadapkan pada pilihan menyeimbangkan antara kualitas versus harga. Sekarang, pilihannya adalah kualitas versus harga versus negara asal produk,” keluhnya.
Peritel Besar Mulai Alihkan Rantai Pasokan
Tekanan dari konsumen membuat peritel besar Kanada ikut memperkuat penanda asal produk di gerai mereka.
Loblaw Cos, peritel makanan terbesar di Kanada, kembali memasang papan berukuran besar bergambar daun maple di area produk segar pada Agustus untuk menunjukkan asal barang.
Perusahaan tersebut juga kembali menggunakan label khusus “T” untuk menandai produk yang terdampak tarif sehingga konsumen lebih mudah menghindari barang buatan AS.
Metro, peritel terbesar ketiga di Kanada, mengambil langkah serupa dengan berkomitmen memprioritaskan produk lokal.
“Telah terjadi perubahan permanen dalam jiwa masyarakat Kanada,” tegas Gary Sands, Wakil Presiden Senior Kebijakan Publik dan Advokasi Federasi Peritel Independen Kanada.
Data pemerintah menunjukkan ketergantungan Kanada terhadap produk pertanian AS mulai menurun.
Impor sayuran dari AS turun menjadi 62,6 persen pada Juli, dibandingkan 69 persen pada periode yang sama 2023 sebelum Trump menjabat.
Lebih dari separuh impor buah Kanada masih berasal dari AS, tetapi gerakan boikot membuat produk-produk tersebut menghadapi pasar yang semakin terbatas.
Bagi John Ambard, insinyur perangkat lunak berusia 27 tahun di Toronto, memboikot produk AS merupakan bentuk perlawanan moral.
Baca Juga: Xi Jinping, Putin, dan Presiden Iran Bertemu di India
Ia mengaku selalu memeriksa label dan mencari informasi di internet untuk memastikan produk yang dibelinya tidak berasal dari perusahaan yang dimiliki Amerika.
“Jujur saja, saya merasa sangat marah dengan Amerika atas apa yang terjadi saat ini. Sikap mereka sama sekali bukan tindakan seorang teman,” tegas Ambard.
Di tengah tantangan musim dingin yang membatasi produksi pertanian domestik, perubahan rantai pasokan juga mendorong Kanada memperkuat produksi pangan dalam negeri.
Pemerintah Kanada mengalokasikan C$3 miliar selama 10 tahun untuk memperluas pembangunan rumah kaca guna membantu menekan inflasi pangan yang disebut tertinggi di antara negara-negara G7.
Para pemilik toko juga mulai mencari sumber pasokan baru dari luar AS.
Gordon Dean, pemilik Mike Dean Local Grocer di Ontario dan Quebec, mengatakan tokonya kini lebih banyak mendatangkan produk segar dari Spanyol, Brasil, dan Honduras.
“Tidak ada seorang pun yang berniat kembali ke rantai pasokan AS. Begitu rantai pasokan baru terbentuk, pasarnya jauh lebih terdiversifikasi dan kita berada di posisi yang jauh lebih aman,” pungkas Dean.
