Bos OJK Beberkan Poin Penting Usai Bertemu MSCI
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus pengawas aset kripto dan pasar modal, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa diskusi antara OJK dengan penyedia layanan indeks global MSCI berlangsung secara positif.
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Selasa (3/2/2026), Hasan menjelaskan bahwa akan ada rencana pembahasan lanjutan di tingkat teknis. Pada tahap tersebut, MSCI akan memberikan panduan terkait metodologi serta mekanisme perhitungan indeks yang mereka gunakan.
Hasan menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan informasi terbaru secara berkala mengenai perkembangan pembicaraan dengan MSCI. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya transparansi yang diharapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan OJK.
Baca Juga : Proyek Hilirisasi Rp 618T, Apa Saja?
Ia juga menegaskan bahwa sesuai komitmen awal, dirinya bersama tim akan tetap berkantor di Gedung BEI hingga kondisi pasar modal kembali kondusif.
Dalam pertemuan dengan tim analis MSCI, turut hadir perwakilan dari OJK, BEI, KSEI, serta Danantara. Pada kesempatan tersebut, Hasan menyampaikan bahwa langkah-langkah yang telah dilakukan OJK sejauh ini sudah sejalan dengan permintaan yang diajukan oleh MSCI.
“Untuk reminder saja apa yang jadi concern MSCI sangat selaras dengan 8 program aksi OJK yang dicanangkan Bu Kiki, termasuk soal transparansi, pengungkapan beneficial owner hingga terkait likuiditas dan free float pasar modal kita,” ungkap Hasan.
Hasan juga menjelaskan bahwa hingga saat ini OJK bersama BEI dan KSEI telah mengajukan proposal solusi guna menjawab dua isu utama yang menjadi perhatian MSCI. Menurutnya, ketiga lembaga tersebut telah memiliki rencana yang jelas untuk memenuhi seluruh aspek yang dipermasalahkan.
Baca Juga : China, AS dan India Jadi Negara Dominasi Tujuan Ekspor Indonesia
Ia menegaskan bahwa langkah-langkah teknis terkait pemenuhan isu tersebut telah disusun secara rinci dan akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan hasil pembahasan bersama MSCI. Secara rinci, berikut poin pentingnya :
1. Terkait dengan disclosure kepemilikan saham di bawah 5% telah diperbaharui dan kini dilakukan disclosure kepemilikan saham dengan threshold lebih rendah yakni di atas 1% (dari semula >5%).
2. Akan menghadirkan lebih rinci klasifikasi investor pada data yg pengelolaannya di KSEI, saat ini ada 9 tipe dan akan menjadi 27 sub tipe investor dan akan memunculkan pengungkapan beneficial owner.
3. Proposal terkait rencana free float dari minimum 7,5% jadi 15% akan dilakukan secara bertahap dan bersama seluruh pelaku.
