Trump dan Xi Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka
Gedung Putih mengungkapkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk menjaga kelancaran distribusi energi global.
“Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas,” kata Gedung Putih dalam pernyataannya.
Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di Beijing dan disebut berjalan dengan baik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Selat Hormuz Jadi “Napas” Energi Dunia
Situasi di kawasan Selat Hormuz memanas sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari 2026.
Baca Juga : Usai Dugan Rahasia UEA ke Iran, Timteng Memanas
Iran diketahui memblokir aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia. Sebagai balasan, AS memberlakukan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran, meski gencatan senjata rapuh mulai berlaku sejak 8 April lalu.
Bagi China, kondisi tersebut menjadi ancaman serius. Berdasarkan data perusahaan analis maritim Kpler, lebih dari separuh impor minyak mentah China dari jalur laut berasal dari Timur Tengah dan sebagian besar melewati Selat Hormuz.
Gedung Putih Klaim Xi Tertarik Minyak AS
Gedung Putih juga mengklaim Xi menunjukkan ketertarikan membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat guna mengurangi ketergantungan China terhadap jalur energi di Selat Hormuz.
Namun, pemerintah China tidak menyebut hal tersebut dalam pernyataan resminya.
Kementerian Luar Negeri China hanya menjelaskan bahwa pertemuan Trump dan Xi membahas berbagai isu internasional, termasuk konflik Timur Tengah, perang Ukraina, dan situasi Semenanjung Korea.
“Kedua kepala negara saling bertukar pandangan tentang isu-isu internasional dan regional utama, termasuk situasi di Timur Tengah, krisis Ukraina, dan Semenanjung Korea,” sebut Kementerian Luar Negeri China.
Pertemuan Trump-Xi Jadi Sorotan Dunia
Pertemuan digelar di Great Hall of the People, Beijing, dalam rangka kunjungan kenegaraan Trump ke China yang sebelumnya sempat tertunda.
Xi menyambut Trump dengan seremoni resmi dan karpet merah sebelum keduanya menggelar pembicaraan tertutup.
Gedung Putih menyatakan diskusi berlangsung positif dan menitikberatkan pada penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Baca Juga : Israel Khawatir Trump Melunak untuk Capai Kesepakatan Damai
“Presiden Trump mengadakan pertemuan yang baik dengan Presiden Xi dari China. Kedua pihak membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi,” tulis Gedung Putih.
Meski begitu, pernyataan resmi AS tidak menyinggung isu Taiwan yang selama ini menjadi titik sensitif hubungan Beijing dan Washington.
Sebelumnya, media pemerintah China melaporkan Xi telah memperingatkan Trump bahwa konflik besar bisa terjadi jika persoalan Taiwan tidak ditangani secara tepat.
