Buntut Rating Moody’s, Danantara Diminta Buka Arah Investasi RI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk menjelaskan arah investasi Indonesia kepada lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service.
Permintaan tersebut menyusul keputusan Moody’s yang mengubah outlook surat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat kredit tetap di level Baa2.
Airlangga menegaskan, langkah klarifikasi diperlukan agar lembaga pemeringkat memahami perubahan kebijakan investasi yang kini dijalankan pemerintah.
Ia mengatakan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Danantara agar menyiapkan penjelasan komprehensif kepada Moody’s.
Baca Juga: 40 Perusahaan China di RI Bikin Rugi Rp 4 T per Tahun
Danantara Diminta Jelaskan Perubahan Skema Investasi
“Saya sudah bicara dengan Danantara, di mana mereka juga akan mempersiapkan langkah-langkah untuk menjelaskan kepada rating agency [Moody’s],” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam.
Menurut Airlangga, perubahan outlook terjadi karena sejumlah lembaga pemeringkat belum sepenuhnya memahami arah kebijakan baru Indonesia, khususnya terkait peran Danantara dalam mendorong investasi.
Ia menekankan bahwa secara fundamental, posisi fiskal Indonesia tetap terjaga dan konsisten.
“Kalau Moody’s kan dari segi ratingnya tetap investment grade, hanya bicara mengenai outlook yang memang membutuhkan penjelasan,” katanya.
Airlangga menyebut pemerintah tetap menjaga defisit anggaran di kisaran 3 persen dan rasio utang di bawah 40 persen dari produk domestik bruto.
Baca Juga: Fantastis! Kontribusi Keuangan OJK ke RI Rp 9.540 T
Ia menjelaskan, perbedaan utama tahun ini terletak pada skema pembiayaan investasi yang kini lebih banyak dilakukan melalui Danantara, bukan semata lewat APBN atau BUMN.
Sebelumnya, Moody’s menyatakan perubahan outlook mencerminkan kebijakan yang dinilai makin sulit diprediksi, kekhawatiran terhadap tata kelola, serta meningkatnya ketidakpastian yang dapat mempengaruhi kepercayaan investor.
Meski demikian, Moody’s menegaskan peringkat kredit Indonesia tetap berada di level Baa2, yang menandakan Indonesia masih termasuk dalam kategori layak investasi.

[…] Buntut Rating Moody’s, Danantara Diminta Buka Arah Investasi RI […]