China Segera Operasikan Terusan Pinglu Dekat Indonesia
China bersiap mengoperasikan Terusan Pinglu pada September 2026.
Proyek infrastruktur besar itu disebut-sebut sebagai “Terusan Suez” baru karena diyakini mampu mempercepat arus perdagangan di kawasan Asia, termasuk dengan negara-negara ASEAN.
Terusan Pinglu merupakan jalur air sungai-ke-laut pertama yang dirancang langsung oleh pemerintah pusat China sejak 1949.
Proyek tersebut menelan investasi lebih dari 70 miliar yuan atau sekitar US$10,7 miliar.
Mengutip Xinhua, Selasa (28/7/2026), sejumlah diplomat ASEAN yang berkunjung ke Daerah Otonom Guangxi Zhuang pekan lalu menilai proyek ini berpotensi mengubah peta perdagangan kawasan.
Mereka juga meninjau Pelabuhan Teluk Beibu serta sejumlah proyek konektivitas yang mendukung industri dan logistik regional.
Baca Juga: Ukraina Diancam Iran, Serangan Kapal Picu Ketegangan
“Terusan sepanjang 134,2 kilometer itu mampu dilalui kapal berbobot hingga 5.000 ton. Kehadirannya diperkirakan memangkas jalur pengiriman barang dari wilayah barat daya China sekitar 560 kilometer dibandingkan rute lama melalui Pelabuhan Guangzhou,” tulis Xinhua.
Duta Besar Vietnam untuk China, Pham Thanh Binh, mengatakan proyek tersebut mencerminkan kemampuan teknologi China sekaligus komitmen Beijing dalam memperkuat konektivitas kawasan.
Sementara itu, Konsul Jenderal Singapura di Guangzhou, Cindy Wee, menilai kanal tersebut akan mempercepat distribusi barang dari wilayah pedalaman China menuju negara-negara ASEAN.
“Terusan ini akan mengurangi biaya logistik sekaligus meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi antara China dan Asia Tenggara,” ungkap Wee.
Dukungan juga datang dari Duta Besar Laos untuk China, Somphone Sichaleune. Ia berharap Kereta Cepat China-Laos dapat terhubung langsung dengan Terusan Pinglu sehingga menciptakan jaringan transportasi regional yang lebih terintegrasi.
Adapun Duta Besar Myanmar untuk China, U Zaw Win Myint, menilai pembangunan kanal tersebut tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Proyek ini dilengkapi jalur khusus satwa liar, koridor ekologis bagi burung, serta lintasan migrasi ikan.
Baca Juga: UU Baru Disiapkan China, Perusahaan Asing Terancam Digugat
Perdagangan China-ASEAN Diproyeksikan Kian Meningkat
Terusan Pinglu menjadi bagian dari New International Land-Sea Trade Corridor. Koridor logistik ini menghubungkan wilayah pedalaman China dengan negara-negara ASEAN serta pasar global.
Pada 2025, koridor tersebut menangani 1,425 juta TEUs peti kemas. Angka itu meningkat 47,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga awal Juli 2026, jaringan tersebut telah menjangkau 593 pelabuhan di 128 negara dan wilayah.
Perdagangan China dan ASEAN juga terus mencatat pertumbuhan. Sepanjang 2025, nilai perdagangan kedua kawasan mencapai 1,05 triliun dollar AS.
Nilai tersebut menjadi yang pertama kalinya menembus angka 1 triliun dollar AS.
Di sisi lain, Pelabuhan Teluk Beibu terus berkembang sebagai pusat perdagangan regional. Volume peti kemas di pelabuhan itu telah melampaui 10 juta TEUs pada 2025.
Saat ini tersedia 100 rute pelayaran, termasuk 44 rute yang secara khusus melayani negara-negara ASEAN.
