Efek Trump! Monumen China Diruntuhkan Paksa, Terusan Panama Jadi Medan Tempur Geopolitik!
Ketegangan diplomatik pecah setelah Pemerintah China meluapkan kemarahan atas pembongkaran monumen yang mengenang kontribusi besar Beijing dalam pembangunan Terusan Panama.
Penghancuran monumen bersejarah ini terjadi pada Sabtu pekan lalu di tengah memanasnya rivalitas geopolitik antara China dan Amerika Serikat (AS) di jalur air strategis tersebut.
Kantor Wali Kota Arraijan yang memerintahkan pembongkaran tersebut berdalih bahwa monumen yang dibangun sejak 2004 itu mengalami kerusakan struktural dan membahayakan keselamatan publik.
Namun, alasan itu ditolak keras oleh Kementerian Luar Negeri China. Dalam pernyataan resminya, Beijing menegaskan bahwa monumen tersebut adalah saksi abadi persahabatan kedua negara dan penghormatan bagi pekerja China abad ke-19 yang membantu membangun Terusan Panama serta Jalur Kereta Api Antarsamudra.
“China menyesalkan pembongkaran paksa oleh otoritas lokal terkait di Panama terhadap monumen yang memperingati kontribusi China terhadap Terusan Panama,” ujar Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan resmi yang diunggah di platform X, seperti dikutip AFP, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Trump Tetapkan Tarif Impor Semikonduktor China 0% Selama 18 Bulan – Economix
Kecaman keras juga datang dari internal Panama. Presiden Jose Raul Mulino mengutuk tindakan otoritas lokal tersebut sebagai “kebiadaban yang irasional” dan “tindakan yang tak termaafkan”. Presiden Mulino pun mendesak agar monumen tersebut segera dipulihkan kembali ke lokasi asalnya.
Insiden ini mencuat di tengah tekanan besar dari Washington. Presiden AS Donald Trump secara terbuka telah mengancam akan mengambil alih kendali kanal sepanjang 80 kilometer tersebut dengan klaim bahwa Beijing memiliki pengaruh berlebihan dalam operasionalnya.
Trump menuntut perlakuan khusus bagi kapal-kapal AS yang melintasi jalur yang menguasai 5% perdagangan maritim dunia tersebut.
Sebagai informasi, AS pernah menguasai Terusan Panama sejak 1914 sebelum menyerahkannya kepada Panama pada 1999. Saat ini, tensi kembali memuncak seiring langkah Hutchison Holdings asal Hong Kong yang menjual aset dua pelabuhan utama di Terusan Panama kepada raksasa investasi AS, BlackRock, sebuah langkah yang kian mempertegas gesekan kepentingan dua negara adidaya di kawasan tersebut.
Baca Juga: Aktivitas Militer China di Taiwan Naik 60%, AS Setujui Paket Senjata US$ 11 Miliar – Economix

[…] Baca Juga: Efek Trump! Monumen China Diruntuhkan Paksa, Terusan Panama Jadi Medan Tempur Geopolitik! – Econom… […]