Finalisasi Penurunan Tarif ke 19%, Airlangga Kirim Tim ke Amerika Serikat pada 12 Januari
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan rencana pengiriman kembali tim delegasi ke Amerika Serikat untuk menuntaskan pembahasan mengenai tarif importasi. Tim tersebut dijadwalkan berangkat pada 12 hingga 19 Januari 2026, yang nantinya akan menentukan jadwal formal lebih lanjut terkait kesepakatan kedua negara.
“Nanti akan ada tim yang akan berangkat lagi tanggal 12-19 (Januari). Nanti dari situ jadwalnya baru kita ketahui,” kata Airlangga
Airlangga mengatakan agenda utama tim tersebut adalah melakukan pembahasan akhir perjanjian atau legal scrubbing antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat.
“Legal scrubbing,” ujarnya.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Airlangga sebelumnya dengan Duta Besar United States Trade Representative (USTR), Jamieson Greer, pada Senin (22/12/2025) di Washington D.C.
Baca Juga: Dampak Konflik AS-Venezuela ke Indonesia, Airlangga dan Purbaya Buka Suara – Economix
Pertemuan tersebut berhasil menuntaskan perundingan lanjutan mengenai tarif resiprokal, yang semula ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump sebesar 32% menjadi 19% bagi Indonesia.
Dalam proses negosiasi tersebut, Indonesia menyatakan komitmen untuk membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat. Komitmen tersebut mencakup penyelesaian hambatan non-tarif, kerja sama di sektor perdagangan digital dan teknologi, aspek keamanan nasional, serta penguatan kerja sama komersial.
Di sisi lain, Amerika Serikat berkomitmen untuk memberikan pengecualian tarif terhadap sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, hingga teh. Bersamaan dengan itu, pihak AS juga mengharapkan adanya akses terhadap komoditas mineral kritis (critical mineral) milik Indonesia.
Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah menyepakati bahwa penandatanganan perjanjian tarif dagang oleh kedua kepala negara ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026.
Baca Juga: Impor Solar RI Dihentikan Mulai April 2026 – Economix
