Indonesia akan Punya Kilang Minyak Baru Terbesar di 2026
Indonesia bersiap memiliki kilang minyak terbesar pada 2026 dengan kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari (bph). Kilang tersebut adalah Kilang Balikpapan yang dikembangkan melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).
Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).
Saat ini, proyek RDMP Balikpapan telah memasuki tahapan operasional awal. Hal ini ditandai dengan dimulainya rangkaian start-up unit utama pengolahan, yakni Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, sebagai hasil modernisasi Kilang Balikpapan.
Baca Juga: Mulai April Tahun Ini, Impor Solar RI akan Dihentikan
Unit RFCC merupakan unit utama atau jantung dari modernisasi kilang. Unit ini dirancang untuk memproduksi bahan bakar dengan standar emisi setara Euro V, sekaligus meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi Kilang Balikpapan secara keseluruhan.
Dengan nilai investasi mencapai 7,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 120 triliun, proyek RDMP Balikpapan tercatat sebagai modernisasi kilang terbesar di Indonesia. Proyek ini juga menjadi salah satu proyek energi paling strategis di kawasan Asia Tenggara.
RDMP Balikpapan sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi energi, meningkatkan kemandirian industri migas nasional, serta menambah nilai ekonomi sumber daya alam dalam negeri. Proyek ini juga ditujukan untuk memperkokoh ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Sejumlah tonggak penting telah berhasil diselesaikan dalam proyek ini. Salah satunya adalah uji coba peningkatan kapasitas Unit Penyulingan yang menaikkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260 ribu bph menjadi 360 ribu bph.
Baca Juga: Tarif BMTP Impor Kain Tenun dari Kapas Ditetapkan Purbaya
Selain itu, proyek RDMP Balikpapan juga telah menyelesaikan commissioning fasilitas tambat Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 DWT. Fasilitas ini memungkinkan penyandaran kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) untuk mendukung pasokan minyak mentah.
Proyek ini juga mencakup pembangunan dua unit tangki penyimpanan minyak mentah baru di kawasan Lawe-Lawe dengan kapasitas masing-masing 1 juta barel. Selain itu, unit pemurnian LPG juga telah berhasil dioperasikan dengan kapasitas produksi mencapai 43 ribu ton per tahun.
“Hari ini akan dilakukan pengoperasian awal Unit RFCC Complex. Untuk memohon kelancaran proses tersebut, kami melaksanakan kegiatan doa bersama agar tahapan-tahapan yang akan dilalui bisa berjalan aman dan lancar,” kata Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani, Senin (5/1/2026).
Milla menjelaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan bertujuan meningkatkan desain kapasitas kilang dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari. Proyek ini juga akan menghasilkan tambahan produksi gasoline, diesel, avtur, dan LPG yang seluruhnya memenuhi standar emisi setara Euro V.
Baca Juga: Insentif PPN DTP Dilanjutkan, Beli Apartemen dan Rumah Bebas Pajak Tahun Ini
“Proyek RDMP juga nantinya akan menghasilkan tambahan kapasitas produksi mencapai 336 ribu ton LPG per tahun, menjadikan kilang Balikpapan sebagai penggerak utama program transisi energi bersih di Indonesia,” kata Milla.
Secara ekonomi, RDMP Balikpapan diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi kemandirian energi nasional. Proyek ini diperkirakan mampu menghemat impor BBM hingga Rp 68 triliun per tahun dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp 514 triliun.
Selain itu, proyek ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 35% dan telah menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi.
“Selain memperkuat struktur ekonomi nasional, proyek ini membawa dampak sosial positif melalui pembangunan infrastruktur lokal, pemberdayaan masyarakat, serta program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” tutup Milla.
