Gedung Putih Sebut Aksi ‘No Kings’ Cuma Cari Perhatian
Gedung Putih meremehkan gelombang aksi demonstrasi bertajuk No Kings yang digelar di seluruh Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat.
Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan menyebut aksi tersebut sebagai “Trump Derangement Therapy Sessions” di tengah meningkatnya tensi politik domestik dan keterlibatan militer AS di luar negeri.
Baca Juga: MBG Diubah BGN Jadi 5 Hari, Daerah Ini Dikecualikan
Gedung Putih sebut aksi tak signifikan
Juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson menilai demonstrasi tersebut tidak memiliki dampak besar dan hanya bertujuan menarik perhatian media.
“Satu-satunya pihak yang peduli dengan ‘Trump Derangement Therapy Sessions’ adalah para jurnalis yang dibayar untuk meliputnya,” ujar Jackson.
Pemerintah juga mengklaim aksi tersebut didukung oleh jaringan pendanaan kelompok kiri.
Meski demikian, aksi No Kings diperkirakan melibatkan jutaan peserta dan berpotensi menjadi salah satu demonstrasi terkoordinasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Gerakan ini disebut telah mengorganisasi lebih dari 3.100 aksi di seluruh 50 negara bagian, dengan estimasi partisipasi melampaui 9 juta orang.
Aksi utama dijadwalkan berlangsung di gedung parlemen negara bagian Minnesota di St. Paul.
Kritik terhadap pemerintah dan respons Trump
Gerakan No Kings pertama kali mencuat secara nasional pada Juni 2025 dan terus berkembang sebagai bentuk penolakan terhadap kepemimpinan yang dinilai terlalu berkuasa.
Para penggagas menegaskan prinsip bahwa tidak boleh ada pemimpin dengan kekuasaan tanpa batas.
Aksi ini juga berlangsung di tengah konflik militer yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran dalam operasi yang dikenal sebagai Operation Epic Fury.
Para demonstran menilai pemerintah lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk perang di luar negeri, sementara biaya hidup di dalam negeri terus meningkat.
Minnesota menjadi salah satu titik fokus aksi setelah insiden penembakan oleh aparat federal terhadap dua warga yang memantau kebijakan imigrasi.
Baca Juga: Trump Akui Bisa Ambil Minyak Iran dengan Mudah
Presiden Donald Trump turut merespons aksi tersebut dengan nada meremehkan.
“Saya bukan raja. Saya bekerja keras untuk membuat negara ini hebat,” ujarnya saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One.
Salah satu pendiri organisasi Indivisible, Leah Greenberg, menyebut mobilisasi ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari luasnya wilayah aksi.
Pendiri lainnya, Ezra Levin, menegaskan bahwa demonstrasi akan berlangsung di berbagai lokasi.
“Kami akan ada di mana-mana,” kata Levin.
Ke depan, aksi demonstrasi diperkirakan terus berlanjut dengan puncak keramaian di St. Paul, termasuk penampilan musisi Bruce Springsteen dalam aksi utama tersebut.

[…] Gedung Putih Sebut Aksi ‘No Kings’ Cuma Cari Perhatian […]