Trump Ngaku Bisa Ambil Minyak Iran dengan Mudah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kemungkinan negaranya mengambil alih sumber minyak Iran, termasuk merebut pusat ekspor utama di Pulau Kharg.
Pernyataan itu muncul ketika pertempuran yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah memasuki minggu kelima dan terus memanas di kawasan.
Baca Juga: Buat Tekan Harga, India-Vietnam Kompak Pangkas Pajak BBM
Dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu (29/3/2026), Trump menyebut langkah tersebut menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan Washington.
“Saya tidak berpikir mereka memiliki pertahanan apapun. Kita bisa mengambilnya dengan sangat mudah,” kata Trump.
Ia juga menegaskan preferensinya dalam menghadapi situasi tersebut.
“Preferensinya adalah mengambil minyak,” ujar dia, seraya membandingkan opsi tersebut dengan operasi militer AS di Venezuela awal tahun ini, ketika Washington secara efektif memperoleh kendali atas industri minyak negara tersebut setelah penangkapan pemimpinnya, Nicolas Maduro.
Komentar Trump disampaikan di tengah konflik yang terus meluas dan meningkatkan risiko terhadap sektor energi serta infrastruktur di kawasan.
Kondisi tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak mentah global.
Baca Juga: Soal Demo No Kings, Senator AS Sentil Trump soal Iran
Kontrak berjangka Mei untuk patokan internasional Brent tercatat naik 2,92 persen menjadi 115,86 dollar AS per barel pada perdagangan awal Asia.
Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate meningkat 3,20 persen menjadi 102,80 dollar AS per barel.
Di sisi lain, laporan The Washington Post pada Sabtu malam menyebut Pentagon tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik darat selama berminggu-minggu di Iran.
Hal ini seiring dengan kedatangan ribuan tentara Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

[…] Trump Ngaku Bisa Ambil Minyak Iran dengan Mudah […]
[…] Baca Juga: Trump Mengaku Bisa Ambil Minyak Iran secara Mudah […]