Gentengisasi: Program Prabowo Ganti Atap Seng Jadi Genteng
Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan program baru bernama “gentengisasi” dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul pada Senin (2/2/2026).
Program ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang juga diluncurkan dalam kesempatan tersebut.
Gentengisasi dirancang sebagai salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mengatasi persoalan kekurangan perumahan. Saat ini, tercatat sekitar 9,9 juta kepala keluarga di Indonesia belum memiliki rumah pribadi, sehingga program ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut.
Baca Juga : Tanpa Restu Trump, Israel Siap Serang Iran Sendirian
Apa Itu Gentengisasi?
Program Gentengisasi merupakan gerakan nasional yang bertujuan mengganti atap rumah berbahan seng menjadi atap genteng, khususnya genteng yang terbuat dari tanah liat.
Menurut Prabowo, tujuan program ini bukan sekadar mengganti material atap, tetapi juga untuk memperindah wajah lingkungan permukiman di Indonesia, meningkatkan kenyamanan tempat tinggal, serta memperkuat citra Indonesia di mata wisatawan. Selain itu, program ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa.
Penggunaan atap seng yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah dinilai kurang sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Atap seng cenderung membuat rumah lebih panas, mudah berkarat, serta memiliki tampilan yang kurang rapi sehingga dianggap tidak mencerminkan kemajuan.
Prabowo menginginkan agar setiap rumah di Indonesia secara bertahap beralih menggunakan atap genteng. Dalam konsep gentengisasi ini, pemerintah juga berencana melibatkan Koperasi Merah Putih yang akan didukung dengan pendirian pabrik produksi genteng.
Program Gentengisasi Akan Ambil Cadangan Dana MBG?
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini masih menyusun rencana pembiayaan dan mekanisme pelaksanaan program secara lebih rinci bersama kementerian dan lembaga terkait.
Program gentengisasi disebut tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah pusat maupun daerah. Pemerintah juga akan mendorong partisipasi masyarakat dan sektor swasta agar program ini dapat berjalan sebagai gerakan bersama, bukan hanya proyek pemerintah semata.
Selain itu, program ini dinilai tidak memerlukan anggaran yang terlalu besar karena sasarannya hanya rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng, bukan seluruh rumah di Indonesia. Dengan demikian, kebutuhan pembiayaan dinilai masih dapat dikendalikan.
Terkait sumber pendanaan, Menteri Keuangan mengatakan bahwa pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup fleksibel. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah memanfaatkan cadangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), di samping kemungkinan sumber pendanaan lainnya.
Baca Juga : Gentengisasi Masuk APBN 202, Ini Skemanya
Memperkuat Pariwisata
Selain meningkatkan kualitas hunian, program gentengisasi juga diharapkan dapat berdampak positif terhadap sektor pariwisata. Rumah-rumah dengan atap seng yang berkarat dianggap kurang memberikan kesan baik bagi para wisatawan.
Melalui gerakan ini, Prabowo menargetkan terjadinya perubahan wajah lingkungan permukiman Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Ia juga mengajak para kepala daerah untuk ikut berperan aktif dan mendukung program tersebut demi menciptakan lingkungan yang lebih tertata, nyaman, dan menarik.

[…] Gentengisasi: Program Prabowo Ganti Atap Seng Jadi Genteng […]
[…] Gentengisasi: Program Prabowo Ganti Atap Seng Jadi Genteng […]