Tanpa Restu AS, Israel Klaim Siap Serang Iran Sendirian
Israel kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran terkait program rudal balistik Teheran.
Rezim Zionis menegaskan siap melancarkan serangan militer secara sepihak jika Iran dinilai telah melewati “garis merah” yang dianggap mengancam keberadaan Israel.
Ancaman tersebut disampaikan langsung kepada Amerika Serikat (AS) melalui komunikasi tingkat tinggi antar petinggi pertahanan kedua negara.
Meski belum menyebut ambang batas itu telah dilampaui, Israel mengklaim terus memantau perkembangan di dalam Iran.
Baca Juga: Trump Siap Gelar Pertemuan Perdana Board of Peace, Kapan?
Israel Ancam Serang Iran Tanpa Izin AS
Para pejabat pertahanan Israel menyampaikan kepada mitra mereka di AS bahwa program rudal balistik Iran dipandang sebagai ancaman eksistensial.
Israel menyatakan tidak akan ragu bertindak sendiri jika program tersebut berkembang melampaui batas yang telah mereka tetapkan.
“Kami mengatakan kepada Amerika bahwa kami akan menyerang sendirian jika Iran melanggar garis merah yang telah kami tetapkan terkait rudal balistik,” ujar seorang sumber keamanan Israel, dikutip dari The Jerusalem Post, Senin (9/2/2026).
Sumber tersebut menambahkan bahwa hingga kini Iran belum mencapai ambang batas yang dimaksud.
Namun, Israel disebut telah menyiapkan konsep operasional untuk melumpuhkan kemampuan rudal Iran, termasuk menyerang fasilitas manufaktur utama dan infrastruktur produksi.
Para pejabat Zionis juga menegaskan hak Israel atas kebebasan bertindak demi mencegah Iran membangun kembali sistem senjata strategis dalam skala besar.
Seorang pejabat pertahanan bahkan menyebut situasi saat ini sebagai “kesempatan bersejarah” untuk memberikan pukulan signifikan terhadap infrastruktur rudal Iran dan menetralkan ancaman terhadap Israel serta negara-negara tetangga.
Baca Juga: Demi Lancarkan Kesepakatan dengan AS, India Ogah Beli Minyak Rusia
Kekhawatiran Israel terhadap Sikap AS
Di sisi lain, muncul kekhawatiran di kalangan pejabat Israel terkait kemungkinan pendekatan terbatas dari Presiden AS Donald Trump.
Mereka menilai serangan parsial berpotensi gagal melumpuhkan kemampuan inti Iran.
“Kekhawatirannya adalah dia mungkin memilih beberapa target, menyatakan keberhasilan, dan membiarkan Israel menangani akibatnya, seperti halnya dengan Houthi,” terang seorang pejabat militer Israel lainnya.
Menurut pejabat tersebut, pendekatan semacam itu dikhawatirkan justru menyisakan ancaman strategis Iran.
Dalam pembicaraan terbaru dengan AS, Israel juga disebut mempresentasikan rencana penargetan fasilitas tambahan yang berkaitan dengan program rudal Iran.
Sementara itu, di internal Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Brigadir Jenderal Omer Tishler yang akan menjabat sebagai komandan Angkatan Udara dijadwalkan mendampingi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam kunjungan mendatang ke AS.
Tishler akan mewakili Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyusul belum adanya atase pertahanan Israel di Washington.
Baca Juga: Netanyahu Bakal Temui Trump untuk Bahas Negosiasi Nuklir AS-Iran

[…] Tanpa Restu AS, Israel Klaim Siap Serang Iran Sendirian […]