Harga Emas Dunia Cetak Rekor, Tembus US$4.455
Harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan terakhir dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian global.
Pada perdagangan Senin (22/12/2025), harga emas di pasar spot ditutup di level US$4.455,8 per troy ons. Angka tersebut naik 2,6 persen dibandingkan penutupan yang terakhir dilakukan sekaligus menjadi rekor baru sepanjang masa.
Sepanjang 2025, harga emas telah mencatat kenaikan signifikan. Secara year-to-date, harga logam mulia ini melesat hampir 70 persen secara point-to-point, menempatkannya di jalur kenaikan tahunan terbaik sejak 1979.
Baca Juga : 130.00 Warga San Francisco Kehilangan Listrik Menjelang Natal
Kenaikan tajam harga emas tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik global. Di kawasan Amerika, hubungan Amerika Serikat dan Venezuela kembali memanas setelah Presiden AS, Donald Trump memerintahkan blokade minyak terhadap negara tersebut. Pemerintah AS bahkan melakukan pengejaran terhadap sejumlah kapal tanker yang diduga akan menuju atau meninggalkan perairan Venezuela.
Berdasarkan laporan Bloomberg News, otoritas AS saat ini memburu kapal tanker Bella 1 berbendera Panama yang diyakini hendak mengangkut minyak dari Venezuela. Sebelumnya, AS juga mencegah kapal tanker Centuries pada Sabtu (20/12/2025), serta mencegat kapal Skipper pada 10 Desember lalu.
Ketegangan geopolitik juga meningkat di Eropa. Ukraina dilaporkan menyerang kapal tanker minyak milik Rusia di kawasan Laut Mediterania. Serangan misil menghantam kapal tanker Qendil sekitar 1.200 mil dari perbatasan Ukraina, meskipun kapal tersebut dalam kondisi kosong saat insiden terjadi.
Tidak hanya itu, Ukraina juga melancarkan serangan terhadap fasilitas pengeboran minyak Rusia di Laut Kaspia. Serangan tersebut merusak instalasi turbin dan menjadi insiden kedua yang menargetkan proyek Grayfer.
Di tengah situasi global yang bergejolak, emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai aset lindung nilai (safe haven). Ketika risiko geopolitik dan ketidakpastian meningkat, investor cenderung memburu emas untuk melindungi nilai portofolio mereka.
Baca Juga : Susu UE Kena Bea Masuk ke China, Perang Dagang Semakin Memanas
Analisis Teknikal
Secara teknikal pada kerangka waktu harian (daily time frame), pergerakan emas masih berada di zona bullish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 80.
RSI di atas 50 menandakan tren bullish, namun ketika sudah melampaui level 60, kondisi tersebut mengindikasikan pasar mulai jenuh beli (overbought). Sinyal jenuh beli ini semakin kuat dengan indikator Stochastic RSI yang telah menyentuh level 100, menunjukkan tekanan beli berada pada titik tertinggi.
Dengan kondisi tersebut, terdapat potensi koreksi pada perdagangan hari ini. Kenaikan harga yang terlalu cepat membuka peluang aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar.
Level support terdekat berada di US$4.366 per troy ons, yang bertepatan dengan Moving Average (MA) 5. Jika level ini ditembus, support berikutnya berada di MA-10 pada kisaran US$4.325 per troy ons.
Sebaliknya, apabila harga emas masih mampu melanjutkan penguatan, maka level US$4.473 per troy ons diperkirakan menjadi area resisten terdekat. Sementara itu, target resisten paling optimistis berada di kisaran US$4.763 per troy ons.
Baca juga: Penjelasan Ekonom tentang Kapan Indonesia Jadi Negara Maju

[…] Baca Juga: Harga Emas Dunia Capai 4.455 Dollar AS, Tembus Rekor Baru […]
[…] Baca Juga: Harga Emas Dunia Tembus 4.455 Dollar AS, Cetak Rekor Baru […]