IHSG Hari Ini Diprediksi Uji Level 6.390 Usai The Fed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (17/9/2026) setelah sebelumnya melemah 0,38 persen ke level 6.436,85.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat pelemahan IHSG pada Rabu (16/9/2026) terjadi ketika sejumlah sektor mengalami penurunan, terutama sektor utilitas yang melemah 1,84 persen dan teknologi sebesar 1,36 persen.
Tekanan terhadap pasar saham domestik juga berasal dari kenaikan imbal hasil US Treasury (UST) tenor 10 tahun yang mencapai 5,04 persen.
Di sisi lain, harga minyak masih berada di atas 100 dollar AS per barrel sehingga turut meningkatkan tekanan terhadap aset emerging market, termasuk Indonesia.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street juga ditutup melemah pada perdagangan Rabu.
Dow Jones Industrial Average turun 1,21 persen ke level 51.461,90, sedangkan S&P 500 melemah 0,45 persen ke level 7.551,81 dan Nasdaq Composite turun 0,012 persen menjadi 25.978,42.
Baca Juga: Pentagon Akui Amerika Serikat Krisis Amunisi akibat Perang Iran
Pasar Beralih Fokus ke Kebijakan The Fed
BRI Danareksa Sekuritas menilai perhatian pasar selanjutnya akan bergeser dari keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed menuju arahan kebijakan bank sentral AS tersebut.
The Fed menaikkan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen.
Keputusan tersebut diambil secara bulat dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Namun, proyeksi para pejabat The Fed masih menunjukkan adanya potensi pengetatan kebijakan lebih lanjut.
Ketua The Fed juga menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar karena imbal hasil UST tenor 10 tahun berada di sekitar 5 persen, indeks dollar AS atau DXY mendekati level 100, sementara harga minyak masih berada pada level tinggi.
BRI Danareksa Sekuritas menilai kondisi tersebut akan membuat pasar domestik mencermati dampaknya terhadap pergerakan rupiah, aliran dana asing atau foreign flow, serta ruang kebijakan Bank Indonesia (BI).
Pasar juga akan memperhatikan implementasi kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Baca Juga: Drone Houthi Incar Mekkah, Arab Saudi Cegat Serangan
IHSG Berpotensi Uji Support 6.390
Dari sisi teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah mengalami breakdown MA20 di level 6.548 dan membentuk pola rising wedge.
Indikator MACD juga menunjukkan bearish crossover yang mengindikasikan momentum negatif masih dominan.
“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah breakdown MA20 di 6.548 dan rising wedge, dengan MACD bearish crossover yang mengindikasikan momentum negatif masih dominan,” tulis BRI Danareksa, Kamis pagi (17/9/2026).
BRI Danareksa memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan pengujian level support 6.390 selama indeks belum mampu kembali berada di atas 6.585.
Jika tekanan berlanjut, level 6.220 menjadi area support berikutnya.
Sebaliknya, apabila IHSG mampu menembus kembali level 6.585, indeks berpeluang mengalami technical rebound menuju level 6.705.
Untuk saham, BRI Danareksa merekomendasikan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan area beli Rp 4.700-Rp 4.800, target jual Rp 4.930-Rp 5.000, dan cut loss jika harga turun di bawah Rp 4.600.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan dengan area beli Rp 710-Rp 720, target jual Rp 750-Rp 780, dan cut loss di bawah Rp 700.
Sementara itu, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) memiliki area beli Rp 3.750-Rp 3.850, target jual Rp 4.050-Rp 4.350, dan cut loss di bawah Rp 3.700.
MNC Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, yakni AMMN, CPIN, MBMA, PGEO, dan XIIT.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mendapat rekomendasi Trading Buy karena secara teknikal berada pada bagian wave iii dari wave (iii) dari wave [c].
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mendapat rekomendasi Buy on Weakness karena berada di awal wave c dari wave (b).
Sementara itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mendapat rekomendasi Buy on Weakness karena berada di akhir wave (B) dari wave [Y].
